Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bojonegoro, M. Suaeb, menilai peristiwa tersebut juga menjadi pengingat mengenai pentingnya perlindungan bagi jurnalis yang menjalankan tugas di lapangan.
Menurutnya, risiko pekerjaan jurnalistik dalam kondisi tertentu perlu diantisipasi, termasuk melalui perlindungan berupa asuransi bagi wartawan.
“Dalam beberapa kasus, kerja-kerja jurnalistik di lapangan sangatlah riskan. Maka, jurnalis harus dilindungi asuransi. Perusahaan media wajib memberikan asuransi itu,” tutur Suaeb.
Ia menilai perlindungan tersebut penting sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan media terhadap keselamatan pekerjanya.
Sementara itu, Ketua PWI Bojonegoro Sasmito Anggoro berharap kegiatan doa bersama tersebut tidak berhenti sebagai bentuk solidaritas terhadap lima jurnalis yang masih dalam pencarian.
Menurutnya, momentum tersebut juga dapat memperkuat hubungan dan kolaborasi antarjurnalis di Kabupaten Bojonegoro.
Komentari