HEADLINE

Perajin Tahu Tempe di Bojonegoro Makin Gelisah, Harga Kedelai Naik Regenerasi Terancam

Perajin Tahu Tempe di Bojonegoro Makin Gelisah, Harga Kedelai Naik Regenerasi Terancam

Mediabojonegoro.com - Perajin tahu dan tempe di Bojonegoro menghadapi tekanan akibat kenaikan harga kedelai yang berdampak pada biaya produksi. Di sisi lain, mereka mulai kesulitan mendapatkan tenaga kerja baru karena minat generasi muda untuk bekerja sekaligus meneruskan usaha tersebut dinilai semakin rendah.

Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan produksi. Jika harga bahan baku terus meningkat, sementara ketersediaan tenaga kerja tidak segera diatasi, para perajin berpotensi mengurangi produksi. Mereka pun berharap Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memberikan dukungan melalui langkah yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Kenaikan Harga Kedelai Menekan Biaya Produksi

Pembina Asosiasi Perajin Tahu Tempe Ledok Kulon Bojonegoro, Pranyoto, mengatakan kenaikan harga bahan baku menjadi salah satu persoalan utama yang dihadapi perajin. Kedelai merupakan bahan utama pembuatan tahu dan tempe sehingga perubahan harganya berpengaruh langsung terhadap biaya produksi.

Menurut Pranyoto, persoalan tersebut disertai tantangan lain, yakni keterbatasan tenaga kerja. Minat generasi muda untuk bekerja di sektor tahu dan tempe dinilai semakin rendah sehingga keberadaan tenaga kerja sekaligus calon penerus usaha mulai menjadi perhatian.

Selain sumber daya manusia, ketersediaan peralatan dan keterampilan juga menjadi tantangan. Proses produksi membutuhkan kemampuan khusus yang tidak dapat diperoleh tanpa pelatihan. Jika tenaga terampil semakin berkurang dan tidak ada penerus, usaha yang telah berjalan selama bertahun-tahun berisiko mengalami kesulitan untuk bertahan.

Halaman:
1 2 3 4 Selanjutnya

Komentari

Komentar (0)
Lihat semua →