Dari iuran normal Rp16.800 per bulan, peserta yang memenuhi ketentuan program cukup membayar Rp8.400 per bulan selama periode diskon tersebut.
“Ini bisa menjadi jariyah kehidupan. Kita memberikan perlindungan kepada orang lain dan keluarganya. Manfaatnya luar biasa,” tutur Nurul.
Besaran iuran yang relatif terjangkau tersebut diharapkan mendorong lebih banyak masyarakat mengambil bagian. Namun, masyarakat sebaiknya memastikan mekanisme pendaftaran, pihak yang berhak memperoleh potongan, serta ketentuan pembayaran melalui kanal resmi BPJS Ketenagakerjaan atau petugas yang berwenang.
Perlu diperhatikan pula bahwa diskon tersebut memiliki periode yang diumumkan, yakni September sampai Desember 2026. Karena itu, masyarakat yang berminat sebaiknya tidak menganggap potongan akan berlaku permanen setelah periode program berakhir.
Memahami Manfaat Jaminan Kematian dan Beasiswa Anak
Salah satu manfaat yang disampaikan dalam program ini adalah Jaminan Kematian (JKM). Berdasarkan ketentuan BPJS Ketenagakerjaan, manfaat JKM untuk peserta yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja mencakup santunan kematian Rp20 juta, santunan berkala yang dibayarkan sekaligus Rp12 juta, dan biaya pemakaman Rp10 juta. Total ketiga komponen tersebut mencapai Rp42 juta.
Selain manfaat tunai, terdapat pula beasiswa bagi paling banyak dua anak peserta yang memenuhi persyaratan. Salah satu ketentuan pentingnya adalah masa iuran minimal tiga tahun, dengan persyaratan lain mengikuti aturan program yang berlaku.
Nurul menjelaskan manfaat tersebut sebagai bentuk perlindungan bagi keluarga pekerja.
“Ketika mereka meninggal, bisa mendapatkan biaya kematian sebesar Rp42 juta. Bila anaknya ada dua orang, mendapatkan beasiswa mulai SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi,” jelasnya.
Komentari