Mediabojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengajak masyarakat memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan di lingkungan sekitar. Melalui Gerakan Jariyah Kehidupan, warga dan aparatur sipil negara (ASN) didorong ikut mendaftarkan pekerja informal agar mereka memiliki perlindungan ketika menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun meninggal dunia.
Ajakan tersebut disampaikan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah saat apel rutin di halaman Gedung Putih Pemkab Bojonegoro, Rabu (9/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Bojonegoro juga menyerahkan secara simbolis manfaat BPJS Ketenagakerjaan kepada sejumlah ahli waris. Ahli waris Ahmad Jupri menerima manfaat sebesar Rp267 juta, ahli waris Dariyono yang merupakan petani asal Kecamatan Kapas menerima Rp160 juta, sedangkan ahli waris Mulyo Pramujiarto, anggota Satlinmas, menerima Rp42 juta.
Penyerahan tersebut menjadi gambaran bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan dapat memberikan dukungan finansial bagi keluarga ketika pencari nafkah menghadapi risiko yang dijamin program.
Urai Kemacetan dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Pemkab Bojonegoro Matangkan Jalur Lingkar Selatan
Sekitar 58.000 Pekerja Rentan Telah Dilindungi
Nurul Azizah menjelaskan, program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan yang iurannya ditanggung Pemkab Bojonegoro telah berjalan sejak November 2023. Hingga September 2026, sekitar 58.000 pekerja telah didaftarkan melalui program tersebut.
Menurut Nurul, skema ini berbeda dari pemberian santunan duka biasa karena perlindungan diberikan melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Pemkab tidak memberikan sanduk (santunan duka), tetapi memberikan jaminan kematian terhadap pekerja rentan,” ujar Nurul.
Perbedaan tersebut penting dipahami masyarakat. Santunan yang diberikan secara langsung oleh pemerintah daerah berbeda dengan manfaat jaminan sosial yang memiliki ketentuan kepesertaan, iuran, dan persyaratan klaim.
Komentari