HEADLINE

Cegah Keracunan, Dewan Pendidikan Bojonegoro Minta Perketat Pengawasan SPPG

Cegah Keracunan, Dewan Pendidikan Bojonegoro Minta Perketat Pengawasan SPPG

“Ini menyangkut kesehatan para murid di Bojonegoro. Seharusnya para pihak yang terkait dengan MBG ini punya sense of crisis dengan situasi yang terjadi saat ini. Jangan jika sudah terjadi baru melakukan tindakan,” pungkasnya.

Dewan Pendidikan Bojonegoro berharap berbagai laporan dugaan keracunan di sejumlah daerah menjadi pembelajaran bagi pelaksanaan MBG di wilayah setempat.

Sebelumnya, laporan dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG telah terjadi di sejumlah daerah, di antaranya Sidoarjo, Kabupaten Karo, Pati, dan Blora. Di Bojonegoro sendiri, kejadian serupa pernah dilaporkan pada akhir 2025, ketika sejumlah siswa dari beberapa sekolah disebut mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan program tersebut.

Meski demikian, dugaan keracunan perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan penyelidikan agar penyebab gangguan kesehatan dapat diketahui. Gejala yang muncul setelah seseorang mengonsumsi makanan tidak dengan sendirinya membuktikan makanan tersebut sebagai penyebabnya.

Karena itu, mekanisme pelaporan, pemeriksaan sampel makanan, penelusuran sumber makanan, dan penanganan peserta didik yang mengalami gejala perlu berjalan sesuai prosedur. Hasil pemeriksaan juga penting untuk menentukan langkah perbaikan yang tepat.

Ratusan Ribu Siswa Menjadi Sasaran MBG

Pengawasan menjadi semakin penting karena cakupan program MBG di Bojonegoro cukup besar.

Halaman:
1 2 3 4 5 Selanjutnya

Komentari

Komentar (0)
Lihat semua →