Kondisi tersebut berpotensi menambah waktu dan tenaga yang dibutuhkan petani. Sebaliknya, akses yang lebih memadai dapat membantu kendaraan pengangkut menjangkau area lahan dengan lebih mudah dan efisien.
Karena itu, pembangunan JUT memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar menyediakan jalur penghubung.
Meski demikian, dampak terhadap biaya angkut dan efisiensi usaha tani tetap bergantung pada kondisi masing-masing lokasi. Manfaatnya akan lebih jelas apabila jalan yang dibangun benar-benar menjawab kesulitan akses yang selama ini dihadapi petani.
Pembangunan Berdasarkan Usulan Kelompok Tani
Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Perlindungan Tanaman DKPP Kabupaten Bojonegoro, Yuseriza A. Leksana, menjelaskan bahwa pembangunan JUT dilakukan berdasarkan usulan serta kebutuhan di lapangan.
Kelompok tani yang ingin mengajukan pembangunan harus menyampaikan proposal. Lokasi yang diusulkan juga wajib memenuhi kriteria yang ditetapkan, termasuk kejelasan status lahan.
Komentar