Warga Malo Diduga Tenggelam di Bengawan Solo, Tim SAR Gabungan Masih Lakukan Pencarian
![]() |
| Tim SAR gabungan menyisir Sungai Bengawan Solo untuk mencari warga Malo yang diduga tenggelam saat mencari ikan. |
Mediabojonegoro.com – Aktivitas masyarakat di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo kembali menjadi perhatian setelah seorang warga dilaporkan hilang saat mencari ikan. Hingga Kamis (12/3/2026), tim SAR gabungan masih melakukan operasi pencarian terhadap korban yang diduga tenggelam di wilayah sungai tersebut.
Peristiwa ini menambah daftar kejadian yang mengingatkan pentingnya kewaspadaan bagi warga yang beraktivitas di sungai terbesar di Pulau Jawa itu. Selain menjadi sumber penghidupan bagi sebagian masyarakat, Bengawan Solo juga menyimpan risiko keselamatan yang tidak bisa diabaikan.
Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melakukan aktivitas di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo.
“Kami mengimbau warga untuk selalu berhati-hati ketika beraktivitas di sepanjang Bengawan Solo. Keselamatan harus diutamakan, dan sebaiknya berpamitan kepada keluarga sebelum melakukan aktivitas di luar rumah,” ujarnya.
BPBD juga menyoroti dugaan penggunaan alat setrum ikan yang kerap dilakukan sebagian warga. Praktik tersebut tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berisiko tinggi terhadap keselamatan penggunanya maupun ekosistem sungai.
Korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama Djuwadi (42), warga Dusun Dukoh Lor RT 013 RW 007, Desa Dukoh Lor, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro. Ia dilaporkan hilang saat mencari ikan di wilayah Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pada Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 07.00 WIB, korban terlihat berangkat menuju aliran sungai menggunakan perahu kayu. Dua warga yang berprofesi sebagai penambang perahu, Widodo dan Arifin, sempat melihat korban beraktivitas di sungai.
Sekitar satu jam kemudian, korban tidak lagi terlihat di lokasi. Warga hanya menemukan perahu kayu milik korban beserta alat setrum ikan yang masih dalam keadaan menyala di tengah aliran sungai.
Laporan mengenai kejadian tersebut diterima BPBD Bojonegoro pada pukul 14.17 WIB. Tim SAR kemudian diberangkatkan menuju lokasi sekitar pukul 15.00 WIB dan tiba setengah jam kemudian untuk melakukan asesmen awal serta menyiapkan operasi pencarian.
Pada hari pertama, pencarian dilakukan dengan dua perahu karet melalui manuver di sekitar titik yang diduga menjadi lokasi kejadian. Operasi kemudian dilanjutkan pada hari kedua dengan skala yang lebih luas.
Memasuki Kamis (12/3/2026), tim SAR gabungan menggelar apel operasi pencarian H+2 sebelum melakukan penyisiran di aliran Bengawan Solo. Sebanyak empat perahu LCR dikerahkan dalam pencarian yang melibatkan 38 personel dari berbagai unsur.
Hingga berita ini ditulis, korban masih belum ditemukan dan proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. BPBD Bojonegoro kembali mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan ketika beraktivitas di sungai, terutama saat kondisi arus atau kedalaman air sulit diprediksi.
