HEADLINE

Langkanya LPG 3 Kg di Bojonegoro, Ini Penjelasan Pertamina

Tabung LPG 3 Kg bersubsidi di Bojonegoro, warga mengeluhkan kelangkaan dan kenaikan harga di tingkat pengecer.

Mediabojonegoro.com – Upaya menjaga stabilitas energi rumah tangga terus dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat. Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan distribusi LPG subsidi ukuran 3 kilogram di wilayah Bojonegoro tetap dalam kondisi aman, bahkan dengan tambahan pasokan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.

Penegasan ini disampaikan menyusul munculnya laporan warga terkait sulitnya memperoleh LPG 3 kg di sejumlah titik. Namun demikian, Pertamina menilai kondisi tersebut lebih berkaitan dengan dinamika distribusi di lapangan, bukan karena kekurangan stok secara menyeluruh.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan pihaknya telah menyalurkan tambahan pasokan sekitar 8 persen dari rata-rata distribusi harian. Jumlah itu setara dengan sekitar 90.487 tabung LPG 3 kilogram yang dialokasikan untuk wilayah Bojonegoro.

“Distribusi LPG subsidi untuk Bojonegoro tetap terjaga di tingkat agen maupun pangkalan resmi, dan disalurkan sesuai Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Meski demikian, di tingkat masyarakat masih ditemukan keluhan terkait sulitnya memperoleh gas melon tersebut. Beberapa warga mengaku harus mencari hingga ke luar wilayah atau membeli di pengecer dengan harga yang lebih tinggi dari ketentuan.

Kondisi ini mengindikasikan adanya perbedaan antara sistem distribusi resmi dengan praktik di lapangan. LPG subsidi yang seharusnya tersedia di pangkalan dengan harga sesuai HET, dalam beberapa kasus justru lebih mudah ditemukan di pengecer dengan harga yang sudah mengalami kenaikan.

Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh rumah tangga, tetapi juga pelaku usaha kecil. Sejumlah pedagang kuliner mengaku kesulitan mempertahankan operasional karena tidak mendapatkan pasokan gas, bahkan terpaksa menghentikan sementara usahanya.

Situasi tersebut menjadi perhatian penting dalam memastikan efektivitas penyaluran LPG subsidi. Di satu sisi, pasokan dinyatakan cukup dan bahkan ditambah. Namun di sisi lain, akses masyarakat terhadap LPG tersebut masih menghadapi kendala di tingkat distribusi akhir.

Penguatan pengawasan di jalur distribusi hingga ke pangkalan dan pengecer dinilai menjadi langkah krusial agar kebijakan subsidi benar-benar tepat sasaran. Tanpa kontrol yang konsisten, potensi perbedaan harga dan kelangkaan semu di tingkat konsumen bisa terus terjadi.

Dengan adanya tambahan pasokan yang telah disalurkan, masyarakat diharapkan dapat kembali memperoleh LPG sesuai ketentuan. Sementara itu, sinergi antara penyedia energi dan pengawasan di lapangan menjadi faktor penentu agar distribusi tidak hanya aman secara data, tetapi juga terasa nyata bagi warga.

Posting Komentar