KOLEGA, Program Lele Keluarga Perkuat Ekonomi Rumah Tangga di Bojonegoro
![]() |
| Warga Bojonegoro mengelola kolam lele keluarga dalam program KOLEGA untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan ekonomi rumah tangga. (Ilustrasi) |
Mediabojonegoro.com – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Bojonegoro kini tidak hanya bergantung pada sektor pertanian. Pemerintah daerah mulai mendorong warga untuk ikut terlibat langsung dalam produksi pangan dari lingkungan rumah, salah satunya lewat budidaya lele skala keluarga.
Melalui program Kolam Lele Keluarga (KOLEGA), banyak rumah tangga kini memiliki kolam ikan di pekarangan. Program ini bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan, tapi juga membuka peluang tambahan penghasilan bagi warga.
Dari sisi pemerintah, KOLEGA dirancang sebagai langkah sederhana namun efektif untuk menjawab dua hal sekaligus, yakni pemenuhan kebutuhan protein hewani dan penguatan usaha kecil di sektor perikanan.
“Konsepnya dibuat sederhana supaya keluarga bisa langsung mulai tanpa terbebani biaya awal yang besar,” ujar Kepala Bidang Perikanan Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro, M. Cholilur Rohman.
Di tingkat warga, manfaat program ini sudah mulai terasa. Salah satunya Sutrisno, warga Kecamatan Dander, yang mengaku kebutuhan dapurnya kini lebih terjamin sejak ada kolam lele di rumah.
“Sakjok ono kolam lele neng omah, kebutuhan lawuh dadi luwih aman. Nek panen luwih, iso didol, lumayan gawe tambahan penghasilan (Sejak ada kolam lele di rumah, lauk keluarga lebih aman mas, tersedia. Kalau hasilnya lebih, bisa dijual buat tambahan penghasilan),” ungkapnya.
Sepanjang 2025, ratusan keluarga telah menerima bantuan KOLEGA. Bantuan diberikan dalam beberapa bentuk, mulai dari kolam buis beton hingga kolam terpal bundar, yang disesuaikan dengan kondisi lahan dan kesiapan masing-masing warga.
Agar berjalan optimal, pemerintah juga menurunkan pendamping lapangan. Penyuluh perikanan aktif mendampingi warga dari tahap awal seperti penebaran benih hingga panen. Sebelumnya, warga juga mendapat pelatihan yang melibatkan perguruan tinggi dan pelaku usaha perikanan lokal.
“Bukan hanya soal panen, tapi juga pemahaman budidaya harus kuat. Kalau teknisnya dikuasai, hasilnya bisa lebih maksimal dan berkelanjutan,” tambah Cholil.
Data Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro mencatat, sepanjang 2025 program ini menyentuh 414 keluarga. Dari jumlah tersebut, 134 keluarga menerima kolam buis beton, sementara 280 lainnya mendapatkan kolam terpal bundar melalui dukungan Insentif Fiskal dan APBD.
Tahun 2026, program KOLEGA masih akan berlanjut dengan target 335 keluarga penerima manfaat. Pemerintah juga menyiapkan penyesuaian bantuan, mulai dari jumlah kolam, benih, hingga pakan agar hasil budidaya lebih maksimal.
Ke depan, KOLEGA diharapkan tidak hanya menjadi penopang kebutuhan pangan harian, tetapi juga sumber penghasilan tambahan yang lebih stabil bagi keluarga.
“Harapannya, kolam lele di rumah bukan cuma untuk konsumsi, tapi juga bisa jadi penghasilan yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Di tengah kondisi harga pangan yang naik turun, program ini menjadi salah satu contoh bagaimana solusi sederhana dari pekarangan rumah bisa ikut memperkuat ketahanan pangan daerah dari level paling dasar.
