HEADLINE

ExxonMobil Siapkan Pengembangan Lapangan Migas Blok Cepu, Fokus Jaga Produksi Nasional

Fasilitas lapangan migas Blok Cepu di Bojonegoro yang dikelola ExxonMobil sebagai penopang produksi minyak nasional dan ketahanan energi Indonesia.

Mediabojonegoro.com – Upaya menjaga pasokan energi nasional terus dilakukan, salah satunya melalui rencana pengembangan lanjutan lapangan migas di Blok Cepu, Kabupaten Bojonegoro.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk menjaga produksi minyak Indonesia yang saat ini menghadapi penurunan alami dari sumur-sumur lama. Pemerintah bersama pelaku industri migas mendorong berbagai cara agar produksi tetap stabil, mulai dari pemanfaatan teknologi hingga pencarian cadangan baru di sekitar wilayah yang sudah beroperasi.

Lapangan Banyu Urip masih menjadi andalan utama. Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suprawoto, menyebut pengelola berencana mengajukan pembaruan rencana pengembangan (PoD) sekitar tahun 2027. Upaya ini diharapkan bisa meningkatkan potensi cadangan sekaligus menjaga kontribusi produksi dari Blok Cepu.

Menurutnya, produksi minyak nasional saat ini banyak bergantung pada dua wilayah utama, yakni Banyu Urip dan Rokan. Karena itu, peningkatan produksi dinilai hanya bisa dicapai melalui eksplorasi berkelanjutan dan penggunaan teknologi yang lebih baik.

Sejalan dengan itu, SKK Migas juga menyiapkan tambahan pengeboran sumur eksplorasi pada 2026. Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Rikky Rahmat Firdaus, mengatakan langkah ini difokuskan untuk mencari potensi baru di sekitar fasilitas yang sudah ada agar produksi bisa meningkat lebih cepat.

Tak hanya minyak, pengembangan Blok Cepu juga mencakup sektor gas. Pemerintah telah menyiapkan pengembangan tiga lapangan, yakni Kedung Keris West di Kalitidu, serta lapangan gas Alas Tuwo West di Ngasem dan Cendana di Padangan. Total investasi untuk ketiga proyek tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 7,15 triliun.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa langkah ini menjadi bagian dari upaya mengejar target produksi nasional pada 2030, yakni satu juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari.

Di sisi lain, sejumlah pihak mengingatkan pentingnya kepastian kebijakan jangka panjang. Anggota BKS PI Blok Cepu, Hadi Ismoyo, menyebut rencana pengembangan saat ini masih dalam tahap pembahasan awal dan belum masuk detail teknis. Ia juga menilai pengembangan lapangan gas sangat bergantung pada kejelasan perpanjangan kontrak Blok Cepu yang berlaku hingga 2035.

BKS PI Blok Cepu sendiri memegang porsi 10 persen, yang melibatkan empat BUMD dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Bojonegoro, dan Blora. Keterlibatan daerah ini menjadi salah satu sumber manfaat ekonomi langsung bagi wilayah penghasil.

Sementara itu, Presiden ExxonMobil Indonesia, Wade Floyd, berharap proses perizinan proyek bisa berjalan lebih cepat. Menurutnya, percepatan izin akan berdampak langsung pada peningkatan produksi.

Bagi Bojonegoro, pengembangan Blok Cepu bukan hanya soal produksi migas, tetapi juga berkaitan dengan keberlanjutan ekonomi daerah. Di tengah perubahan energi global, sektor migas masih menjadi penopang penting bagi kebutuhan energi nasional sekaligus sumber pendapatan daerah.

Posting Komentar