Imbas Rupiah Melemah, Harga Sembako di Bojonegoro Merangkak Naik
![]() |
| Sejumlah harga sembako di pasar tradisional Bojonegoro naik seiring melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. |
Mediabojonegoro.com – Harga sembako di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Bojonegoro mulai merangkak naik dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan ini membuat pengeluaran belanja harian warga ikut bertambah, terutama untuk kebutuhan dapur seperti beras, minyak goreng, cabai, dan gula.
Situasi ini terjadi di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang disebut telah menyentuh kisaran Rp17.600 per dolar AS pada Minggu (17/5/2026). Kondisi tersebut dinilai ikut memengaruhi biaya distribusi dan bahan baku sejumlah komoditas.
Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkopum) Kabupaten Bojonegoro mencatat kenaikan harga terjadi pada berbagai kebutuhan pokok. Namun, pemerintah memastikan beberapa komoditas tertentu masih dalam pengawasan agar tidak mengalami lonjakan di luar kendali.
Kabid Bina Usaha Perdagangan Disdagkopum Kabupaten Bojonegoro, Yuri Nur Rahmawati mengatakan, tidak semua komoditas bisa dikendalikan pemerintah karena sebagian besar mengikuti mekanisme pasar.
“Ada beberapa pasar pantauan yang mendapat perhatian khusus sampai ke Kemendagri, khususnya beras dan minyak. Sedangkan yang lain mengikuti mekanisme harga pasar,” ujarnya, Minggu (17/5/2026).
Berdasarkan data pemantauan harga Disdag Online Bojonegoro, harga beras premium kini berada di angka Rp15.350 per kilogram dari sebelumnya Rp14.824. Beras medium juga ikut naik menjadi Rp13.125 per kilogram.
Kenaikan cukup terasa juga terjadi pada minyak goreng. Minyak goreng kemasan sederhana tercatat mencapai Rp20.625 per liter atau naik sekitar 9,44 persen. Sementara minyak goreng curah berada di kisaran Rp21.187 per kilogram.
Di kelompok bumbu dapur, bawang merah dijual rata-rata Rp41.625 per kilogram. Cabai rawit merah juga naik menjadi Rp73.125 per kilogram dari sebelumnya Rp67.727 per kilogram. Sedangkan cabai merah keriting tercatat Rp42.750 per kilogram.
Harga gula pasir dalam negeri ikut bergerak naik menjadi Rp17.375 per kilogram. Tepung terigu protein sedang kemasan juga naik ke angka Rp11.125 per kilogram.
Tidak hanya kebutuhan pokok rumah tangga, sektor protein hewani juga mengalami penyesuaian harga. Daging sapi paha belakang kini mencapai Rp122.500 per kilogram. Sementara daging ayam kampung melonjak hingga Rp79.375 per kilogram.
Kenaikan tajam juga terjadi pada ikan asin teri yang kini menyentuh Rp105 ribu per kilogram.
Menurut Yuri, pelemahan rupiah memang tidak langsung memengaruhi semua barang di pasar. Namun, dampaknya mulai terasa pada biaya produksi dan distribusi, terutama untuk komoditas yang masih bergantung pada bahan impor.
“Kayaknya lebih ke biaya transport. Dolar melemah secara tidak langsung mempengaruhi beberapa hal yang berkaitan dengan bahan dasar yang masih impor, seperti plastik, kedelai, tepung, pakan ternak, dan pupuk,” jelasnya.
Meski demikian, pemerintah memastikan harga beras SPHP dan Minyakita masih tetap sesuai ketentuan. Untuk saat ini, beras SPHP dipatok Rp12 ribu per kilogram dan Minyakita Rp15.700 per liter.
“Itu tidak boleh dinaikkan tanpa instruksi khusus,” tegas Yuri.
Sebagai informasi, data harga dalam sistem Disdag Online Bojonegoro diambil dari rata-rata pemantauan di 85 pasar yang tersebar di 28 kecamatan. Angka tersebut merupakan gambaran harga rata-rata pasar dan dapat berbeda di tiap wilayah maupun pedagang.
