HEADLINE

Citimall Bojonegoro Muncul di Situs Pengembang, Pemkab Masih Tunggu Kepastian

Citimall Bojonegoro dalam laman resmi NWP Property yang menampilkan rencana pembangunan pusat perbelanjaan modern.

“Located in Bojonegoro Regency, East Java Province. It is 30 Km south of Tuban within 2 hr drive time and 160 Km south of Surabaya within 4 hr drive time.

Site is located in Jl. Veteran, is the main road of district with high road traffic, within 10 minute drive time. Surrounding area consists of semi dense mid–end residential, hospital, hotel, Bus Terminal commercial area such as shop house and local supermarket.” NWP Properti.

Mediabojonegoro.com – Begitu kiranya bunyi laman resmi NWP Property yang menyebut Bojonegoro sebagai salah satu lokasi pengembangan pusat perbelanjaan modern. Dalam keterangan tersebut, kawasan Jalan Veteran disebut sebagai titik rencana pembangunan.

Informasi tersebut menarik sejumlah perhatian warga, sekaligus memantik satu pertanyaan penting. Apakah rencana Citimall Bojonegoro sudah benar-benar siap dibangun atau masih sebatas rencana di atas kertas?

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menegaskan hingga kini pihaknya belum menerima pengajuan apa pun terkait rencana pembangunan Citimall di wilayahnya.

“Belum ada surat masuk,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (29/12/2025).

Itu artinya, rencana tersebut masih berada pada tahap wacana internal pengembang dan belum masuk agenda pembangunan daerah.

Keterangan serupa disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bojonegoro, Budiyanto. Ia mengatakan hingga akhir Desember 2025, tidak ada komunikasi maupun permohonan perizinan yang berkaitan dengan proyek Citimall Bojonegoro.

“Sampai saat ini belum ada komunikasi terkait Citimall Bojonegoro,” ungkapnya.

Meski demikian, Pemkab Bojonegoro menyatakan sikap terbuka terhadap masuknya investasi, termasuk di sektor pusat perbelanjaan modern. Namun keterbukaan tersebut tetap dibingkai oleh prinsip kepastian hukum, kepatuhan perizinan, serta kesesuaian dengan rencana tata ruang dan kepentingan daerah.

“Yang penting memiliki perizinan berusaha dan memenuhi seluruh persyaratan atas usahanya,” tegas Budiyanto.

Di sisi lain, ditengah antusiasme warga terhadap wacana pembangunan pusat perbelanjaan modern ini memunculkan beragam harapan. Meski sudah ada Bravo, Superindo, hingga KDS mall, sebagian warga menilai adanya potensi ekonomi baru, dengan catatan kehadirannya dapat berjalan selaras dengan pelaku usaha lokal.

Salah satu warga asal Kecamatan Kapas, Anwar (42), menilai keberadaan pusat perbelanjaan baru bisa menjadi pelengkap fasilitas kota, bukan semata soal persaingan dengan pusat belanja yang sudah ada.

“Nek pancen sido dibangun, harapane iso dadi pilihan alternatif liyo. Dadi ora soal saingan karo pusat perbelanjaan seng wes ono (Kalau memang jadi dibangun, harapannya bisa jadi pilihan alternatif lain. Jadi bukan sekadar soal persaingan dengan pusat perbelanjaan yang sudah ada),” ujarnya kepada Mediabojonegoro.com, Kamis, 1 Januari 2026.

Sementara itu, Sulastri (38), warga Kecamatan Balen, berharap rencana investasi tersebut dirancang agar bisa merangkul semua kalangan, termasuk pelaku usaha kecil di sekitarnya.

“Harapannya, kehadiran pusat perbelanjaan ini dapat membawa dampak positif yang dirasakan berbagai kalangan, termasuk pedagang kecil dan UMKM,” katanya.

Posting Komentar