HEADLINE

Kabar Pungli Rekrutmen Pegawai RSUD Temayang Bojonegoro Picu Keresahan Warga

Tampak depan gapura dan gedung RSUD Temayang, Kabupaten Bojonegoro, yang menjadi sorotan di tengah isu pungli rekrutmen pegawai.

Mediabojonegoro.com – Antusiasme masyarakat Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, terhadap rencana operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Temayang terganggu oleh beredarnya kabar dugaan pungutan liar (pungli) dalam proses perekrutan tenaga kerja. Isu ini menimbulkan keresahan, terutama di kalangan warga lokal yang berharap memperoleh kesempatan kerja di fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah tersebut.

Dugaan Pungli dan Kekhawatiran Warga

Informasi yang berkembang di tengah masyarakat menyebut adanya oknum yang menawarkan kelulusan sebagai karyawan RSUD Temayang dengan imbalan sejumlah uang, mencapai jutaan rupiah tergantung posisi yang dijanjikan. Kabar ini mulai ramai diperbincangkan sejak akhir Desember 2025, bersamaan dengan meningkatnya minat warga menunggu pembukaan rekrutmen resmi.

Seorang warga Temayang berinisial H (25), yang aktif di lingkungan kepemudaan, menyayangkan jika isu tersebut benar adanya. Ia menjelaskan praktik semacam ini biasanya melibatkan perantara yang mengaku dekat dengan manajemen rumah sakit, dengan target utama warga lokal yang berharap bekerja di daerahnya sendiri.

“Harapan kami sederhana, prosesnya transparan. Jangan sampai fasilitas yang dibangun dari uang rakyat justru dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab. Banyak warga yang punya kemampuan, tapi tidak memiliki uang untuk membayar jalan pintas,” ujarnya.

Sikap Pemerintah dan Aparat Setempat

Camat Temayang, Basuki, menyatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait dugaan pungli rekrutmen karyawan RSUD. Aktivitas yang terlihat di kantor kecamatan sejauh ini baru sebatas pertanyaan masyarakat mengenai jadwal pembukaan lowongan kerja.

Meski demikian, Basuki menegaskan akan menelusuri informasi yang beredar dan mengimbau warga untuk tidak menanggapi tawaran pekerjaan yang mensyaratkan adanya imbalan uang.

“Kalau memang ada isu seperti itu, tentu akan kami cermati. Kami minta masyarakat tidak merespons jika ada pihak yang menawarkan pekerjaan dengan meminta bayaran,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, belum memberikan keterangan resmi terkait isu serupa meski sudah dikonfirmasi melalui WhatsApp oleh Mediabojonegoro.com.

Pentingnya Transparansi dan Pengawasan

Isu dugaan pungli ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan publik dan peran aktif pemerintah daerah dalam memastikan setiap proses rekrutmen di lingkungan instansi publik berjalan sesuai ketentuan.

Bagi masyarakat Temayang, transparansi dan keadilan dalam penerimaan tenaga kerja RSUD bukan hanya soal peluang ekonomi, tetapi juga menyangkut kepercayaan terhadap pelayanan publik di daerahnya sendiri.

Posting Komentar