Media Update

Wisata Geologi Bojonegoro Kian Dilirik, Museum Geopark Wonocolo Raih Penghargaan

Piagam penghargaan Museum Geopark Wonocolo dari Disbudpar Jawa Timur atas kontribusi wisata geologi Bojonegoro. Foto: jtv

Mediabojonegoro.com – Bojonegoro kembali mencatatkan namanya dalam peta pariwisata Jawa Timur. Kali ini, pengakuan datang melalui Museum Geopark Wonocolo yang menerima Piagam Penghargaan atas kontribusinya dalam mendukung promosi destinasi wisata Jawa Timur sepanjang tahun 2025.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan JTV dalam rangka program Jelajah Wisata Jawa Timur 2025. Penyerahan piagam berlangsung dalam rangkaian kegiatan yang digelar sejak 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, dengan penandatanganan resmi dilakukan di Surabaya pada 10 Januari 2026.

Museum Geopark Wonocolo dinilai konsisten memperkenalkan potensi wisata berbasis geologi yang bersifat edukatif dan berkelanjutan. Upaya ini dianggap selaras dengan semangat pengembangan pariwisata Jawa Timur yang tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga pada nilai pengetahuan dan pelestarian.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Wely Fitrama, menyampaikan bahwa konsep geopark kerap disalahpahami sebagai sekadar pameran batuan atau fosil. Padahal, di dalamnya terkandung cerita panjang tentang perjalanan bumi, sejarah peradaban, budaya masyarakat, hingga kearifan lokal yang tumbuh di sekitarnya.

“Geopark adalah ruang belajar terbuka. Dari batuan, kita bisa memahami sejarah panjang alam Bojonegoro dan identitas daerah,” ujarnya.

Melalui Museum Geopark Wonocolo, pengunjung diajak menelusuri fenomena geologi kawasan Wonocolo yang telah diakui sebagai bagian dari Geopark Nasional Bojonegoro. Edukasi tersebut juga dikaitkan dengan aktivitas manusia, termasuk tradisi migas tua, serta bentang alam Bengawan Solo yang membentuk kehidupan masyarakat setempat.

Selama ini, pariwisata Bojonegoro memang masih kerap dipersepsikan terbatas pada lanskap alam yang dianggap kurang “atraktif” dibandingkan destinasi populer lainnya. Namun, penghargaan tingkat provinsi ini menjadi penegasan bahwa wisata geologi memiliki nilai strategis, baik dari sisi edukasi, konservasi, maupun keberlanjutan jangka panjang.

Kabid Pariwisata Disbudpar Bojonegoro, Amin A, berharap capaian tersebut mampu menjadi pemantik semangat bersama untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap wisata. Menurutnya, pariwisata tidak selalu identik dengan wahana buatan, melainkan juga tentang pengetahuan dan rasa bangga terhadap kekayaan daerah sendiri.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor agar Geopark Bojonegoro semakin dikenal luas, diterima masyarakat, dan mampu bersaing sebagai destinasi unggulan Jawa Timur yang mengedepankan edukasi dan keberlanjutan.

Penghargaan yang diraih Museum Geopark Wonocolo ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kekuatan Bojonegoro tidak hanya terletak pada apa yang tampak di permukaan, tetapi juga pada cerita panjang bumi dan manusia yang hidup berdampingan di dalamnya.

Posting Komentar