Program Sanitasi di Bojonegoro Dorong Perubahan Pola Hidup Sehat Warga
![]() |
| Fasilitas sanitasi baru bantuan Pemkab Bojonegoro di Desa Drenges, Sugihwaras, mendukung pola hidup bersih dan sehat warga prasejahtera. Foto: Pemkab Bojonegoro. |
Mediabojonegoro.com – Upaya peningkatan kesehatan masyarakat tidak selalu dimulai dari layanan pengobatan. Di banyak wilayah pedesaan, perubahan justru berawal dari hal mendasar di lingkungan rumah tangga, yakni tersedianya fasilitas sanitasi yang layak. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menempatkan pembangunan sanitasi sebagai bagian dari langkah pencegahan penyakit sekaligus peningkatan kualitas hidup warga, khususnya bagi keluarga prasejahtera.
Program ini tidak hanya dipahami sebagai pembangunan fisik, tetapi juga sebagai intervensi sosial yang mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat. Dengan tersedianya fasilitas sanitasi yang memenuhi standar, masyarakat diharapkan lebih mudah menerapkan kebiasaan hidup sehat dalam aktivitas sehari-hari.
Salah satu penerima manfaat, Nyarito, warga Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, mengaku merasakan perubahan setelah fasilitas sanitasi di rumahnya selesai dibangun. Sebelumnya, kondisi hunian belum memiliki sarana yang memadai untuk menunjang kebersihan keluarga. Kini, keberadaan kamar mandi yang dilengkapi sarana dasar membantu aktivitas sehari-hari menjadi lebih nyaman.
“Alhamdulillah, awal Desember lalu kamar mandi ini sudah bisa kami ditempati. Lengkap dengan gayung, bak, kran air, pipa paralon,” ujar Nyarito saat dikonfirmasi, Rabu (11/2/2026).
Pembangunan fasilitas tersebut dimulai pada September 2025 dan rampung pada awal Desember 2025. Proses pengerjaan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan warga sekitar, sementara pendamping program desa melakukan pengawasan untuk memastikan kualitas bangunan sesuai standar dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Di tingkat kebijakan, program sanitasi menjadi salah satu strategi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk menekan risiko penyakit yang berkaitan dengan lingkungan. Akses sanitasi yang layak dinilai berpengaruh langsung terhadap kesehatan keluarga, terutama dalam mencegah penyakit berbasis lingkungan yang kerap muncul akibat kondisi sanitasi yang tidak memenuhi standar.
Data dari pemerintah daerah menunjukkan pembangunan sanitasi terus berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang 2025, sebanyak 838 unit sanitasi baru telah dibangun. Sebelumnya, pada 2023 tercatat 1.523 unit dan pada 2024 mencapai 2.956 unit. Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 876 unit sebagai bagian dari upaya pemerataan akses sanitasi hingga tingkat desa.
Melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya, Pemkab Bojonegoro menekankan pendekatan sanitasi inklusif, yakni memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh fasilitas dasar yang aman dan layak. Pendekatan ini dipandang penting mengingat sanitasi tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga menyangkut kesehatan publik secara luas.
Program ini juga menunjukkan bahwa pembangunan berbasis kebutuhan dasar masih menjadi fokus pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketika fasilitas sanitasi tersedia, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat secara langsung, tetapi juga lingkungan sekitar melalui peningkatan kebersihan dan kualitas hidup bersama.
Ke depan, keberlanjutan program sanitasi diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, melainkan diikuti kesadaran masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang ada. Dengan demikian, sanitasi tidak sekadar menjadi proyek pembangunan, melainkan bagian dari perubahan pola hidup yang berkontribusi pada kesehatan masyarakat Bojonegoro secara berkelanjutan.
