HEADLINE

Angkutan Pelajar Gratis di Bojonegoro Segera Beroperasi Lagi, Ini Target Waktunya

Ilustrasi angkutan pelajar gratis di Bojonegoro yang menjadi layanan transportasi aman bagi siswa sekolah.

Mediabojonegoro.com – Upaya menghadirkan ruang belajar yang aman tidak selalu dimulai dari dalam kelas. Bagi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, akses menuju sekolah yang aman dan terjangkau menjadi bagian penting dari kebijakan pendidikan. Karena itu, layanan angkutan pelajar gratis dipastikan kembali beroperasi setelah sempat mengalami jeda pada awal tahun ini.

Kebijakan tersebut dipandang sebagai langkah menjaga keselamatan pelajar sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini mengandalkan transportasi bersama untuk aktivitas sekolah. Di sejumlah wilayah, keberadaan angkutan pelajar dinilai mampu mengurangi risiko siswa mengendarai kendaraan pribadi sebelum cukup umur, sekaligus meringankan beban orang tua dalam hal mobilitas harian.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro, Welly Fitrama, menyampaikan bahwa layanan angkutan pelajar dan angkutan sekolah khusus disabilitas tetap menjadi program prioritas pemerintah daerah. Saat ini, proses administrasi dan mekanisme operasional tengah diselesaikan agar layanan dapat berjalan dengan dasar hukum dan standar pelayanan yang jelas.

Menurutnya, pemerintah menargetkan operasional kembali berjalan bersamaan dengan aktivitas sekolah setelah libur Lebaran 2026, atau sekitar akhir Maret hingga awal April. Tahapan administrasi disebut menjadi bagian penting untuk memastikan operasional di lapangan berlangsung tertib dan berkelanjutan.

Di sisi lain, keberadaan program ini juga berkaitan dengan upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar. Selama beberapa tahun terakhir, kendaraan pribadi yang digunakan siswa menjadi perhatian tersendiri karena berisiko tinggi terhadap keselamatan. Angkutan pelajar diharapkan menjadi alternatif yang lebih aman sekaligus terpantau.

Pada pelaksanaan sebelumnya, layanan ini telah menjangkau wilayah perkotaan hingga sejumlah kecamatan seperti Baureno, Padangan, Temayang, Tambakrejo, Kalitidu, Ngasem, dan Sumberrejo. Total 107 armada pernah dioperasikan untuk melayani ribuan siswa dari puluhan lembaga pendidikan, termasuk layanan khusus bagi pelajar disabilitas yang menjangkau belasan sekolah.

Pemkab Bojonegoro menilai keberlanjutan program ini bukan sekadar penyediaan transportasi gratis, melainkan bagian dari kebijakan pelayanan publik yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Selain mendukung aktivitas belajar, keberadaan angkutan pelajar juga diharapkan membentuk kebiasaan berlalu lintas yang lebih tertib sejak usia sekolah.

Selama masa transisi menuju operasional kembali, Dinas Perhubungan mengimbau masyarakat untuk bersabar sembari proses penyelesaian administrasi dilakukan. Pemerintah memastikan peningkatan kualitas layanan tetap menjadi fokus, agar program ini tidak hanya kembali berjalan, tetapi juga memberi manfaat yang lebih luas bagi keselamatan dan akses pendidikan pelajar Bojonegoro.

Posting Komentar