HEADLINE

Kebakaran Gudang Solar di Bulaklo, Damkarmat Soroti Keselamatan BBM

Petugas berjibaku memadamkan api sisa kebakaran gudang solar di Desa Bulaklo, Balen.

Mediabojonegoro.com – Kebakaran gudang penyimpanan solar di Desa Bulaklo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (6/1/2026), tidak hanya memicu kepanikan warga sekitar, tetapi juga kembali membuka diskusi serius tentang standar keselamatan penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) di lingkungan permukiman.

Baca juga: Gudang Solar PT Jaya Etika Beton di Bulaklo Terbakar Hebat, Ini Kronologinya!

Kobaran api yang disertai asap hitam pekat terlihat membumbung dari sebuah gudang yang diketahui menyimpan sekitar 8.000 liter solar. Lokasi kejadian yang berada tidak jauh dari area persawahan dan aktivitas warga membuat peristiwa tersebut dengan cepat menarik perhatian masyarakat sekitar.

Gudang tersebut merupakan fasilitas penyimpanan milik PT Jaya Etika Beton yang berdiri di atas lahan sewaan milik warga setempat, Niswatin. Solar yang disimpan digunakan untuk mendukung operasional proyek rehabilitasi jaringan irigasi di wilayah tersebut. Namun, besarnya volume BBM yang tersimpan justru menjadi faktor utama cepatnya api membesar saat kebakaran terjadi.

Material tangki penyimpanan yang berbahan plastik mempercepat perambatan api. Solar yang terbakar bahkan meluber keluar gudang dan mengalir hingga ke area persawahan warga, meningkatkan risiko kerusakan lingkungan dan keselamatan di sekitar lokasi.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Agus Salim, menjelaskan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 11.00 WIB. Sebanyak 16 personel langsung diterjunkan untuk melakukan upaya pemadaman dan pengamanan area.

“Hasil sementara, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Percikan api kemudian menyambar tangki-tangki solar yang masing-masing berkapasitas sekitar 1.000 liter,” ujar Agus.

Penanganan kebakaran BBM, lanjut Agus, memerlukan metode khusus. Petugas menggunakan teknik pemadaman dengan foam atau busa untuk menutup permukaan solar yang terbakar dan menghentikan suplai oksigen. Tantangan terbesar di lapangan adalah tumpahan solar yang cepat menyebar dan memperluas area api.

Setelah lebih dari satu jam upaya pemadaman, petugas berhasil mengendalikan situasi dan memastikan api tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material masih dalam proses pendataan.

Aparat kepolisian turut melakukan penelusuran lebih lanjut terkait penyebab kebakaran serta dampaknya terhadap fasilitas proyek yang berada di sekitar gudang penyimpanan.

Lebih dari sekadar insiden, kebakaran gudang solar di Bulaklo menjadi peringatan nyata tentang risiko penyimpanan BBM dalam jumlah besar di dekat kawasan permukiman. Damkarmat Bojonegoro menekankan pentingnya penerapan standar keselamatan yang ketat, mulai dari instalasi listrik yang aman, jenis material tangki yang digunakan, hingga jarak penyimpanan dari aktivitas warga.

“Penyimpanan BBM harus memperhatikan aspek keselamatan lingkungan sekitar. Pemeriksaan instalasi listrik dan sistem pengamanan harus dilakukan secara berkala agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Agus.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa keselamatan bukan hanya urusan teknis proyek atau perusahaan, tetapi juga menyangkut perlindungan ruang hidup masyarakat. Tanpa standar keamanan yang memadai, aktivitas pendukung pembangunan justru berpotensi menghadirkan risiko baru di tengah permukiman warga.

Posting Komentar