Latsar CPNS Bojonegoro 2026, Fondasi Birokrasi Kolaboratif dan Berintegritas
![]() |
| Peserta Latsar CPNS Kabupaten Bojonegoro 2026 mengikuti pembelajaran klasikal sebagai bagian pembentukan ASN berintegritas dan kolaboratif. Foto: Pemkab Bojonegoro |
Mediabojonegoro.com – Transformasi birokrasi tidak selalu dimulai dari perubahan regulasi atau struktur organisasi. Di banyak daerah, perubahan justru berangkat dari bagaimana aparatur baru dipersiapkan sejak awal memasuki sistem. Di Kabupaten Bojonegoro, proses itu kini dimulai melalui Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS tahun 2026 yang diarahkan untuk membentuk aparatur dengan karakter kolaboratif dan berintegritas.
Latsar diposisikan bukan sekadar agenda formal menuju status Pegawai Negeri Sipil (PNS), tetapi sebagai fase pembentukan cara berpikir dan bersikap aparatur negara dalam jangka panjang. Pemerintah daerah menilai, tantangan pelayanan publik ke depan semakin kompleks dan menuntut kemampuan bekerja lintas sektor, bukan sekadar menguasai tugas teknis masing-masing.
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bojonegoro, Hari Kristianto, menegaskan bahwa CPNS yang mengikuti Latsar saat ini akan menjadi penggerak birokrasi dalam rentang 10 hingga 20 tahun mendatang. Karena itu, aspek mental, karakter, dan integritas mendapat porsi perhatian yang sama besar dengan peningkatan kompetensi teknis.
Menurutnya, integritas aparatur tidak bisa dibentuk secara instan setelah menjadi PNS penuh. Nilai tersebut harus ditanamkan sejak awal, bersamaan dengan pembiasaan sikap profesional dan etika pelayanan publik. Aparatur yang memiliki integritas kuat diharapkan mampu menjadi contoh di unit kerja masing-masing, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Selain integritas, kemampuan berkomunikasi dan membangun jejaring kerja lintas organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi penekanan penting dalam Latsar tahun ini. Pola kerja birokrasi yang berjalan sendiri-sendiri dinilai tidak lagi relevan di tengah tuntutan sinergi program dan efektivitas kebijakan.
Hari menyampaikan bahwa banyak keputusan strategis dalam birokrasi justru lahir dari komunikasi yang baik, tidak selalu melalui forum formal. Jejaring antar-OPD yang dibangun sejak masa CPNS diyakini akan mempermudah koordinasi program dan mempercepat penyelesaian persoalan publik di kemudian hari.
Pelatihan Dasar CPNS Kabupaten Bojonegoro tahun 2026 resmi dibuka pada Senin (26/1/2026) dan dilaksanakan di aula kantor BKPP di Jalan Teuku Umar, Bojonegoro. Seluruh CPNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro wajib mengikuti tahapan ini sebagai syarat utama pengangkatan menjadi PNS.
Pelaksanaan Latsar dilakukan dengan metode blended learning, mengombinasikan pembelajaran mandiri, distance learning, aktualisasi di unit kerja, serta pembelajaran klasikal. Skema ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam konteks kerja nyata.
Selama pelatihan, CPNS dibekali pemahaman tentang sikap dan perilaku aparatur sesuai peraturan perundang-undangan, sekaligus penguatan kompetensi teknis sesuai bidang tugas masing-masing. Latsar dilaksanakan secara bergelombang mulai 26 Januari 2026 hingga seluruh CPNS Kabupaten Bojonegoro menyelesaikan program tersebut.
Bagi pemerintah daerah, kelulusan Latsar bukan sekadar formalitas administratif. Tahapan ini menjadi penanda kesiapan CPNS untuk memasuki peran sebagai pelayan publik yang profesional, adaptif, dan mampu bekerja secara kolaboratif. Dengan fondasi tersebut, Bojonegoro berharap birokrasi ke depan tidak hanya berjalan efektif, tetapi juga semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
