Jaga Tren Prestasi, KONI Bojonegoro Siapkan Fondasi Pembinaan Menuju Porprov Jatim 2027
![]() |
| Pengurus KONI Kabupaten Bojonegoro saat kegiatan koordinasi pembinaan atlet sebagai bagian penguatan persiapan menuju Porprov Jawa Timur 2027. |
Mediabojonegoro.com – Konsistensi prestasi olahraga daerah tidak lahir dari satu kejuaraan semata, melainkan dari proses pembinaan yang berjalan panjang dan terarah. Setelah capaian Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025 menjadi indikator meningkatnya performa atlet daerah, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bojonegoro kini menitikberatkan langkah pada penguatan sistem pembinaan sebagai bekal menghadapi agenda olahraga berikutnya.
Capaian Porprov 2025 yang menghasilkan 67 medali sekaligus membawa Bojonegoro berada di peringkat ke-18 klasemen akhir dinilai sebagai hasil dari proses pembinaan yang mulai menunjukkan arah positif. Namun, bagi KONI Bojonegoro, hasil tersebut justru menjadi titik evaluasi untuk memastikan prestasi tidak berhenti pada satu momentum kompetisi.
Ketua KONI Kabupaten Bojonegoro, Sahari, menegaskan bahwa fokus ke depan adalah menjaga kesinambungan pembinaan agar kualitas atlet tetap terjaga hingga pelaksanaan Porprov Jawa Timur 2027. Menurutnya, keberhasilan olahraga daerah sangat bergantung pada sistem yang berjalan stabil, mulai dari pembinaan usia dini hingga peningkatan kualitas atlet yang sudah berprestasi.
“Kami ingin memastikan seluruh proses pembinaan berjalan sistematis dan berkelanjutan. Ini menjadi fondasi kuat untuk menghadapi agenda besar ke depan,” ujarnya.
Sepanjang tahun 2025, berbagai program pembinaan telah dijalankan sebagai bagian dari penguatan fondasi tersebut. Pusat Latihan Kabupaten (Puslatkab) diikuti 545 atlet dari 43 cabang olahraga, sementara program Puslatkab Intensif melibatkan 370 atlet dari cabang olahraga yang sama. Selain itu, Kejuaraan Kecamatan (Kejurcam) yang melibatkan 28 kecamatan dengan 14 cabang olahraga dan sekitar 6.700 atlet menjadi ruang penting dalam menjaring potensi atlet sejak usia dini.
Penguatan pembinaan juga menyasar peningkatan kualitas pelatih. KONI Bojonegoro menggelar pelatihan pelatih pemula yang diikuti 90 peserta dari berbagai cabang olahraga dan Komite Olahraga Kecamatan (KOK), sebagai upaya menyamakan standar pembinaan di tingkat bawah hingga kabupaten.
Memasuki tahun 2026, program kerja diarahkan pada penguatan internal organisasi, pelaksanaan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab), serta peningkatan kualitas Puslatkab melalui tes fisik dan pembinaan berkelanjutan. Secara kelembagaan, jumlah cabang olahraga yang berada di bawah naungan KONI Bojonegoro juga bertambah menjadi 49 cabang olahraga setelah adanya penerimaan anggota baru melalui rapat kerja.
Target mempertahankan raihan medali pada Porprov Jawa Timur 2027 menjadi bagian dari strategi jangka menengah. Namun, lebih jauh dari itu, pembinaan olahraga juga diarahkan untuk memperluas basis atlet melalui penjaringan sejak jenjang desa, sehingga potensi lokal dapat berkembang lebih awal dan berkesinambungan.
Dalam konteks pembangunan daerah, olahraga dipandang tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sarana membangun kebanggaan dan identitas daerah. Dengan pembinaan yang terus diperkuat pasca-Porprov 2025, olahraga diharapkan mampu menjadi salah satu ruang lahirnya generasi muda Bojonegoro yang sehat, berdaya saing, dan mampu menjaga prestasi secara berkelanjutan di tingkat provinsi maupun nasional.
