Respons Keluhan Warga, Wabup Bojonegoro Sidak Distribusi Pangkalan LPG
![]() |
| Wabup Bojonegoro Nurul Azizah saat sidak pangkalan LPG, berdialog dengan pengelola dan memastikan distribusi serta harga tetap sesuai ketentuan. |
Mediabojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan keseriusannya dalam menjaga stabilitas distribusi LPG melalui aksi langsung di lapangan. Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, memimpin inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan sebagai bagian dari langkah cepat merespons dinamika kebutuhan energi masyarakat.
Kehadiran pimpinan daerah dalam sidak ini menjadi penegasan bahwa pengawasan distribusi LPG tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh kondisi riil di tingkat bawah. Pemerintah ingin memastikan masyarakat tetap memperoleh akses energi dengan harga yang wajar dan distribusi yang tertib.
Kegiatan sidak dilaksanakan pada Rabu (18/03/2026) dengan melibatkan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro serta jajaran Polres Bojonegoro. Langkah ini diambil menyusul adanya keluhan warga terkait meningkatnya permintaan LPG serta dugaan ketidaksesuaian distribusi di lapangan.
Dalam kunjungannya, Wakil Bupati berdialog langsung dengan pengelola pangkalan untuk menggali kondisi distribusi sekaligus memastikan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Dari hasil pemantauan, permintaan LPG di masyarakat memang tengah mengalami peningkatan.
“Alhamdulillah, bersama Polres kami sudah cek langsung kondisi di lapangan, terutama terkait ketersediaan LPG yang saat ini permintaannya cukup tinggi,” ujar Nurul Azizah.
Ia menegaskan, harga LPG di tingkat pangkalan harus tetap berada pada kisaran Rp18.000 dan tidak boleh mengalami kenaikan. Penegasan ini disampaikan agar tidak ada praktik yang merugikan masyarakat, khususnya kelompok pengguna LPG bersubsidi.
Selain itu, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada ketepatan sasaran distribusi. Penyaluran LPG diharapkan benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak, sehingga tidak memicu antrean panjang maupun keresahan.
Mengantisipasi lonjakan kebutuhan, terutama menjelang hari raya, Pemkab Bojonegoro juga mendorong pihak Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) untuk menambah kuota pasokan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan di lapangan.
Melalui sidak ini, Pemkab Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan secara berkala. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas distribusi energi agar tetap aman, merata, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.
