HEADLINE

Ramai Isu Persibo Bojonegoro Dijual, Ini Fakta Sebenarnya

Sesi foto Pemain Persibo Bojonegoro sebelum laga pertandingan dimulai.

Mediabojonegoro.com - Belakangan ini, mencuat isu soal Persibo Bojonegoro akan dijual. Benarkah? Kabar tersebut dengan cepat menyebar dan memicu kekhawatiran, terutama bagi suporter Persibo, Boro Mania.

Kondisi tersebut membuat manajemen Persibo angkat bicara. Pihak klub dengan tegas membantah, memastikan kabar itu tidak benar.

Yang terjadi sebenarnya bukan penjualan klub, melainkan perubahan di dalam perusahaan yang menaungi Persibo. Pergeseran ini berkaitan dengan kepemilikan saham di tubuh PT Persibo Juara Jaya, bukan perpindahan kepemilikan ke pihak luar.

Perubahan ini menjadi bagian dari langkah pembenahan internal yang tengah disiapkan untuk menghadapi kompetisi ke depan.

Konsultan Persibo, Eko Setyawan, menjelaskan saham yang sebelumnya dimiliki beberapa pihak, kini beralih dipegang oleh satu orang. Meski begitu, proses tersebut masih berada dalam lingkup internal perusahaan.

“Pengalihan saham dari pemilik di internal perusahaan saja, bukan dari luar,” jelasnya.

Dalam dunia usaha, langkah semacam ini bukan hal baru. Secara hukum hal itu diatur dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas, tepatnya Pasal 125 ayat (1), yang memperbolehkan pengambilalihan saham oleh pihak lain sebagai bagian dari dinamika perusahaan.

Bagi Persibo, perubahan ini bukan sekadar urusan internal semata. Melainkan juga untuk memperkuat kesiapan klub menghadapi Liga Nusantara 2026/27 dengan target promosi ke Championship musim berikutnya.

Perubahan kepemilikan saham biasanya diikuti dengan penyesuaian struktur organisasi. Hal itu juga akan terjadi di Persibo. Tujuannya jelas, agar pengelolaan klub lebih rapi dan siap bersaing.

Eko menegaskan, langkah ini juga membuka peluang penguatan dari sisi pendanaan dan manajemen. Mengingat sepak bola membutuhkan biaya besar, dukungan yang lebih solid menjadi kebutuhan paling mendasar.

Meski ada perubahan di dalam, identitas Persibo dipastikan tetap sama.

Klub berjuluk Laskar Angling Dharma ini tetap akan bermarkas di Stadion Letjend Soedirman dan tidak akan lepas dari Bojonegoro. Komitmen terhadap sejarah dan kedekatan dengan masyarakat tetap menjadi yang utama.

“Persibo bukan hanya tim sepak bola, tapi simbol kebersamaan warga Bojonegoro,” tegasnya.

Di tengah berbagai perubahan ini, manajemen juga berharap dukungan dari banyak pihak tetap mengalir, baik dari pemerintah daerah, swasta, maupun masyarakat.

Sebab pada akhirnya, perjalanan sebuah klub tidak hanya ditentukan oleh manajemen, tetapi juga oleh seberapa kuat dukungan dari orang-orang yang ada di belakangnya.

Dengan langkah baru ini, Persibo mencoba menata ulang fondasinya. Bukan untuk menjauh dari akar, tapi justru untuk kembali menguatkan pijakan menuju prestasi yang lebih tinggi.

Posting Komentar