Puncak Mudik Diprediksi 18–19 Maret, PT KAI Tambahkan Dua Kereta, Beroperasi 11 Maret 2026
![]() |
| Suasana penumpang menunggu keberangkatan kereta jelang arus mudik Lebaran 2026. |
Mediabojonegoro.com – Mobilitas warga Bojonegoro pada momentum Lebaran tidak lagi sekadar tradisi tahunan, tetapi telah menjadi fenomena sosial yang menuntut kesiapan infrastruktur transportasi yang sigap menghadapi lonjakan penumpang. Tahun 2026, pergerakan penumpang diproyeksikan meningkat lebih awal, sehingga pengelola transportasi rel di Bojonegoro mulai menggeser fokus dari sekadar pelayanan rutin menjadi strategi antisipatif.
Di tengah kecenderungan kenaikan arus mudik tersebut, koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghasilkan sejumlah penyesuaian operasional. Kepala Stasiun Bojonegoro, Triyoko, memastikan moda transportasi kereta api menjadi salah satu tulang punggung mobilitas warga selama periode Lebaran.
“Kami menyiapkan dua kereta tambahan untuk membantu mengurai kepadatan penumpang,” ujar Triyoko, Senin (2/3/2026).
Dua layanan ekstra yang dimaksud adalah KA Sembrani Tambahan dan KA Kertajaya Tambahan, yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 11 Maret 2026. Penambahan ini diharapkan mampu memperluas kapasitas angkut sekaligus memberi alternatif jadwal perjalanan bagi masyarakat yang hendak pulang kampung.
Secara keseluruhan, pada masa Angkutan Lebaran 2026, Stasiun Bojonegoro akan melayani 17 perjalanan kereta jarak jauh pulang-pergi serta tiga perjalanan kereta lokal pulang-pergi yang melayani mobilitas antarwilayah terdekat. Komposisi ini mencerminkan kebutuhan masyarakat yang tidak hanya bepergian lintas provinsi, tetapi juga antar kota dalam radius regional.
Data penjualan tiket per 2 Maret 2026 menunjukkan grafik kenaikan penumpang mulai signifikan sejak 14 Maret 2026. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 dan 19 Maret 2026. Dengan pola tersebut, masyarakat diimbau merencanakan keberangkatan lebih awal untuk menghindari kepadatan pada hari-hari puncak.
Selain penambahan rangkaian, aspek kenyamanan penumpang turut menjadi perhatian. Pihak stasiun mengimbau agar pemudik membawa barang seperlunya demi menjaga ruang gerak di dalam gerbong tetap kondusif. Bagi penumpang yang harus membawa barang dalam jumlah besar, layanan angkutan kargo disarankan sebagai solusi agar perjalanan tetap nyaman tanpa mengganggu penumpang lain.
Langkah-langkah ini mencerminkan pendekatan pelayanan publik yang tidak hanya berorientasi pada kuantitas penumpang, tetapi juga kualitas perjalanan. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap kesiapan moda transportasi ini mampu menjaga kelancaran arus mudik sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan berkesan bagi masyarakat.
Momentum Lebaran selalu menghadirkan dinamika tersendiri. Namun dengan strategi operasional yang lebih terukur dan responsif terhadap tren pergerakan penumpang, Stasiun Bojonegoro berupaya memastikan tradisi pulang kampung tetap berjalan tertib, aman, dan manusiawi di tengah tingginya antusiasme warga.
