HEADLINE

Talkshow Pemuda Pelopor Digelar, Pemkab Bojonegoro Ajak Pemuda Jadi Agen Perubahan

Suasana talkshow dan sharing session Pemilihan Pemuda Pelopor Kabupaten Bojonegoro 2026 yang diikuti pelajar, mahasiswa, dan komunitas pemuda di Gedung Angling Dharma.

Mediabojonegoro.com – Upaya membangun daerah tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kemampuan generasi muda menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat. Dalam konteks inilah, ruang pembinaan dan apresiasi bagi pemuda dinilai menjadi penting, bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari proses menyiapkan agen perubahan yang mampu menjawab kebutuhan sosial di lingkungannya.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menilai peran pemuda semakin strategis di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang cepat. Pemuda tidak lagi diposisikan sebagai objek pembangunan, melainkan mitra yang diharapkan mampu melahirkan inovasi sekaligus memberi dampak langsung bagi masyarakat sekitar. Pendekatan ini menjadi salah satu penekanan dalam kegiatan Talk Show and Sharing Session Pemilihan Pemuda Pelopor Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026 yang digelar di Gedung Angling Dharma, lantai 2, Kamis (5/2/2026).

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa perubahan besar berawal dari kesadaran individu. Menurutnya, pemuda perlu membangun karakter, etika, serta kepedulian sosial sebelum berbicara mengenai capaian yang lebih luas. Ia menekankan pentingnya kehadiran pemuda yang mampu memberi manfaat nyata sekaligus menghadirkan inovasi bagi lingkungan sekitarnya.

“Pemuda harus menjadi agen perubahan yang dimulai dari diri sendiri, mampu memberi manfaat bagi masyarakat, serta menghadirkan inovasi yang berdampak bagi Bojonegoro,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong terbukanya jalur komunikasi antara pemuda dan pemerintah wilayah. Ide atau gagasan yang berkembang di masyarakat diharapkan dapat disampaikan melalui camat setempat, sehingga potensi kreativitas generasi muda dapat diakomodasi dan dikembangkan lebih lanjut. Pemanfaatan media secara bijak turut menjadi perhatian, mengingat pengaruhnya yang besar dalam membentuk opini publik.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 236 peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari pelajar SMK beserta guru pendamping, mahasiswa, komunitas kepemudaan, organisasi, hingga perwakilan perangkat daerah dan kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Kehadiran lintas unsur tersebut menunjukkan bahwa pembinaan pemuda tidak berdiri sendiri, melainkan memerlukan dukungan ekosistem yang melibatkan banyak pihak.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, menjelaskan bahwa agenda ini sekaligus menjadi bagian dari proses penjaringan potensi pemuda pelopor di berbagai bidang. Pemilihan dilakukan untuk mengidentifikasi karya dan gagasan yang telah terbukti berjalan minimal satu tahun, baik pada sektor pangan, inovasi teknologi, seni budaya, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan, pariwisata, maupun pendidikan.

Melalui tahapan tersebut, peserta terbaik nantinya akan dipersiapkan untuk mengikuti seleksi di tingkat provinsi hingga nasional. Menurutnya, kesiapan sejak awal menjadi penting agar Bojonegoro memiliki representasi pemuda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat luas.

Suasana kegiatan juga diwarnai penampilan kesenian Wayang Tengul oleh Juara Satu Nasional Pemuda Pelopor Bidang Seni Budaya Tahun 2025. Penampilan ini menjadi pengingat bahwa inovasi pemuda tidak selalu berbentuk teknologi, melainkan juga dapat hadir melalui upaya pelestarian budaya lokal yang relevan dengan perkembangan zaman.

Lebih jauh, kegiatan ini menunjukkan arah kebijakan pembinaan pemuda di Bojonegoro yang mulai menitikberatkan pada dampak nyata, bukan sekadar prestasi simbolik. Harapannya, pemuda yang tumbuh dari proses ini mampu menjadi penggerak perubahan di tingkat lokal, sekaligus memperkuat identitas daerah melalui karya dan kontribusi yang berkelanjutan.

Posting Komentar