Talkshow Pemuda Pelopor Digelar, Pemkab Bojonegoro Ajak Pemuda Jadi Agen Perubahan
![]() |
| Suasana talkshow dan sharing session Pemilihan Pemuda Pelopor Kabupaten Bojonegoro 2026 yang diikuti pelajar, mahasiswa, dan komunitas pemuda di Gedung Angling Dharma. |
Mediabojonegoro.com – Pemkab Bojonegoro terus mendorong anak muda agar lebih aktif ambil peran dalam pembangunan daerah. Lewat kegiatan talkshow dan sharing session Pemuda Pelopor 2026, generasi muda diajak tidak hanya jadi penonton, tapi ikut bergerak membawa perubahan nyata di lingkungan masing-masing.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Angling Dharma ini jadi ruang terbuka bagi pemuda dari berbagai latar belakang. Mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga perwakilan organisasi dan perangkat daerah, semua berkumpul untuk saling berbagi ide dan pengalaman. Total ada 236 peserta yang terlibat.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, dalam kesempatan itu mengingatkan bahwa perubahan besar selalu berawal dari diri sendiri. Ia menekankan pentingnya karakter, kepedulian sosial, dan kemauan untuk memberi manfaat.
Menurutnya, pemuda saat ini harus berani tampil dengan gagasan yang solutif dan berdampak.
“Jangan hanya ikut arus, tapi ciptakan perubahan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” pesannya.
Selain itu, pemerintah daerah juga membuka peluang lebih luas bagi pemuda untuk menyampaikan ide. Salah satunya melalui jalur komunikasi di tingkat kecamatan, agar gagasan yang muncul bisa ditampung dan dikembangkan.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, menjelaskan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi ajang penjaringan pemuda pelopor dari berbagai bidang. Mulai dari pangan, teknologi, pendidikan, pariwisata, lingkungan, hingga seni budaya.
Ia menyebut, karya yang diikutkan bukan sekadar ide di atas kertas. Program tersebut harus sudah berjalan minimal satu tahun dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Nantinya, peserta terbaik akan dipersiapkan untuk melaju ke tingkat provinsi hingga nasional.
Suasana acara juga semakin hidup dengan penampilan Wayang Tengul dari pemuda berprestasi tingkat nasional. Penampilan ini jadi bukti bahwa inovasi tidak melulu soal teknologi, tapi juga bisa lewat pelestarian budaya lokal yang dikemas lebih menarik.
Lewat kegiatan ini, Pemkab Bojonegoro ingin memastikan pembinaan pemuda tidak berhenti di seremoni saja. Harapannya, lahir generasi muda yang siap turun langsung, membawa solusi, dan memperkuat identitas daerah lewat karya nyata yang berkelanjutan.
