Aksi Pencurian Kotak Amal Masjid Desa Payak Sukosewu Terekam CCTV
![]() |
| Dua orang tak dikenal terekam kamera CCTV saat mencuri kotak amal masjid di Desa Payak, Sukosewu, Bojonegoro. |
Mediabojonegoro.com – Rasa aman warga Dusun Payak, Desa Purwoasri, Kecamatan Sukosewu, kembali diuji setelah tempat ibadah yang selama ini menjadi ruang kebersamaan justru disusupi tindak kejahatan. Aksi pencurian yang menyasar kotak amal masjid setempat tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga meninggalkan luka sosial di tengah masyarakat.
Peristiwa tersebut menyentak kesadaran warga bahwa masjid, yang selama ini dipandang sebagai ruang sakral dan aman, tetap memiliki kerentanan jika tidak diiringi sistem pengamanan yang memadai. Dana yang dikumpulkan dari jamaah untuk kepentingan bersama justru menjadi sasaran, memicu keprihatinan sekaligus kemarahan warga.
Sejumlah warga menilai kejadian ini tidak bisa dipandang sebagai kasus kriminal biasa. Selain menyangkut nilai uang, tindakan tersebut dianggap melanggar norma sosial dan moral yang dijunjung tinggi masyarakat desa. Atas dasar itu, warga sepakat menempuh jalur hukum sebagai bentuk sikap tegas sekaligus upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Yang kami sesalkan, ini terjadi di tempat ibadah. Dana itu milik umat, dikumpulkan sedikit demi sedikit. Dampaknya bukan hanya kerugian, tetapi juga rasa kecewa warga,” ujar Naryo, warga setempat, saat ditemui Mediabojonegoro.com, Rabu (4/2/2026).
Ia menambahkan, masyarakat berharap penegakan hukum berjalan cepat agar pelaku segera teridentifikasi. Rekaman kamera pengawas yang terpasang di dalam masjid telah diamankan dan dinilai cukup jelas untuk membantu proses penyelidikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pencurian terjadi pada Rabu malam (3/2/2026) sekitar pukul 23.30 WIB, saat kondisi Masjid At Thoriqul Huda dalam keadaan sepi. Kejadian tersebut baru diketahui pengurus masjid ketika bersiap melaksanakan salat Subuh sekitar pukul 04.00 WIB. Dalam rekaman CCTV terlihat dua orang tak dikenal leluasa mengambil kotak amal di area masjid.
Rekaman tersebut kemudian beredar di masyarakat dan memicu reaksi luas, terutama dari warga sekitar yang merasa terpukul atas kejadian itu. Hingga kini, nominal dana yang hilang belum dapat dipastikan.
Selain mendorong aparat kepolisian segera menindaklanjuti laporan, warga juga mulai membicarakan langkah-langkah pencegahan jangka panjang. Penguatan sistem keamanan, seperti penambahan kamera pengawas dan pengawasan lingkungan berbasis warga, dinilai perlu agar rumah ibadah tetap menjadi ruang aman bagi semua.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap aset publik, termasuk dana umat, membutuhkan keterlibatan bersama. Tidak hanya aparat penegak hukum, tetapi juga kesadaran kolektif warga untuk menjaga tempat ibadah dari ancaman kejahatan yang kian beragam.
