HEADLINE

Reses DPRD Bojonegoro 2026, Sigit Kusharianto Angkat Isu Lingkungan, Kesehatan Lansia, dan Pertanian

Suasana reses anggota DPRD Bojonegoro Fraksi Golkar masa sidang I tahun 2026 di Gedung PEPABRI Bojonegoro.

Mediabojonegoro.com – Forum reses anggota DPRD kerap dipahami sebagai agenda rutin legislatif. Namun di tengah perubahan kebutuhan masyarakat desa dan kota yang semakin kompleks, kegiatan tersebut menjadi ruang penting untuk menguji apakah arah pembangunan benar-benar menjawab persoalan dasar warga. Isu lingkungan, kesehatan, hingga keberlanjutan sektor pertanian kembali muncul sebagai penanda bahwa pembangunan tidak hanya soal fisik, tetapi juga kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Dalam sejumlah pertemuan dengan warga, perhatian terhadap kondisi lingkungan menjadi salah satu sorotan utama. Kekhawatiran masyarakat muncul terutama pada wilayah bantaran sungai yang dinilai rentan terhadap abrasi. Kondisi ini tidak hanya dipandang sebagai persoalan alam semata, tetapi juga berkaitan dengan keamanan permukiman dan keberlangsungan aktivitas ekonomi warga di sekitarnya.

Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi Partai Golkar, Sigit Kushariyanto, menyebut aspirasi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat mulai melihat pentingnya penanganan lingkungan secara berkelanjutan. Beberapa titik yang disampaikan warga antara lain berada di kawasan permukiman yang berdekatan dengan aliran sungai, termasuk wilayah Desa Kauman dan Desa Ledok Kulon. Menurutnya, sebagian usulan sebelumnya telah disampaikan dan mulai mendapatkan tindak lanjut, namun masih membutuhkan perhatian berkelanjutan.

Persoalan lingkungan tersebut juga beririsan dengan isu kesehatan masyarakat. Warga menyoroti dampak sistem pembuangan limbah yang belum optimal dan berpotensi memengaruhi kesehatan, khususnya bagi kelompok lanjut usia. Dalam konteks ini, pembangunan infrastruktur dasar dipandang tidak terpisah dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Sigit menilai, program kesehatan yang menyasar lansia perlu kembali diperkuat agar pembangunan sumber daya manusia tidak hanya berfokus pada usia produktif. Pelayanan kesehatan rutin serta perhatian terhadap kebutuhan gizi warga lanjut usia menjadi bagian dari aspirasi yang mengemuka dalam dialog bersama masyarakat.

Di sisi lain, sektor pertanian tetap menjadi perhatian karena menyangkut penghidupan mayoritas warga Bojonegoro. Petani menyampaikan kekhawatiran terhadap turunnya harga hasil panen saat produksi melimpah. Kondisi tersebut dinilai berulang setiap musim panen raya dan berdampak langsung pada pendapatan petani, meskipun hasil produksi meningkat.

Selain persoalan harga, kebutuhan sarana dan prasarana pertanian turut disampaikan, mulai dari alat panen hingga dukungan mesin modern seperti combine harvester untuk menjaga efisiensi kerja. Aspirasi juga mencakup persoalan pasca panen, keseragaman harga, serta ketersediaan air irigasi yang dinilai masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah.

Kegiatan reses masa sidang I tahun 2026 yang digelar di Gedung PEPABRI Bojonegoro pada Jumat (6/2/2026) tersebut dihadiri warga dari berbagai wilayah di Kabupaten Bojonegoro. Forum berlangsung terbuka dan menjadi ruang penyampaian langsung berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat di tingkat akar rumput.

Bagi masyarakat, reses tidak sekadar forum penyampaian keluhan, melainkan momentum untuk memastikan kebijakan daerah lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Sementara bagi legislatif, aspirasi tersebut menjadi bahan penting dalam merumuskan prioritas pembangunan agar lebih merata, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga Bojonegoro.

Posting Komentar