HEADLINE

Ramadan 2026, Jalan P. Mas Tumapel dan Jalan Pasar Jadi Sentra Bazar UMKM Bojonegoro

Poster Bazar Ramadhan UMKM 2026 Bojonegoro di Jalan Mas Tumapel dan Jalan Pasar.

Mediabojonegoro.com – Bulan Ramadan tak hanya menghadirkan geliat spiritual, tetapi juga menggerakkan denyut ekonomi warga. Di Bojonegoro, momentum ini dimaknai sebagai ruang evaluasi sekaligus penguatan komitmen terhadap ekonomi kerakyatan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memanfaatkan suasana Ramadan untuk menghadirkan ekosistem dagang yang lebih tertata, memberi ruang tumbuh bagi pelaku usaha mikro sekaligus menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Bazar Ramadhan UMKM Bahagia 1447 H/2026 M yang digagas Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disdagkop UM). Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda musiman, melainkan bagian dari refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah, dengan fokus pada penguatan fondasi ekonomi lokal.

Kepala Bidang Promosi, Ekspor, dan Kerjasama Disdagkop UM Bojonegoro, Mahesa Ghalendra, menjelaskan bazar dirancang sebagai ruang promosi sekaligus distribusi produk UMKM agar lebih mudah diakses masyarakat. Menurutnya, pendekatan kolaboratif menjadi kunci agar kegiatan tidak berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar berdampak pada perputaran ekonomi pelaku usaha kecil.

“Ini bukan hanya soal jualan di bulan Ramadan, tetapi bagaimana UMKM mendapatkan ruang yang layak, tertata, dan mampu meningkatkan omzet,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).

Bazar akan digelar mulai 20 Februari hingga 20 Maret 2026, setiap hari pukul 14.00 hingga 22.00 WIB. Lokasinya dipusatkan di Jalan P. Mas Tumapel dan Jalan Pasar Bojonegoro. Puluhan tenda disiapkan sepanjang dua ruas jalan tersebut melalui kerja sama dengan Bank Jatim. Setiap tenda dirancang dapat ditempati dua hingga tiga pelaku UMKM, sehingga peluang partisipasi lebih merata.

Penataan juga menyasar pedagang yang sebelumnya beraktivitas di kawasan Alun-Alun Bojonegoro. Mereka diarahkan menempati tenda yang telah difasilitasi di Jalan Pasar. Skema ini diharapkan menciptakan suasana perdagangan yang lebih tertib, aman, dan nyaman, baik bagi penjual maupun pembeli.

Beragam produk akan meramaikan bazar, mulai dari jajanan takjil, menu berbuka puasa, minuman segar, hingga produk unggulan khas Bojonegoro. Dengan lokasi yang terpusat dan jam operasional yang konsisten, masyarakat memiliki alternatif tempat berbelanja kebutuhan berbuka sekaligus mendukung produk lokal secara langsung.

Dalam pelaksanaannya, Disdagkop UM menggandeng Wirausaha Muda Bojonegoro, UMKM binaan, asosiasi UMKM se-Kabupaten Bojonegoro, serta organisasi perempuan seperti PKK, GOW, dan DWP. Sinergi ini memperluas jejaring pelaku usaha sekaligus memperkuat basis ekonomi komunitas.

Bagi publik, keberadaan bazar bukan semata soal pilihan kuliner Ramadan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi cerminan arah kebijakan daerah dalam membangun ekonomi dari bawah. Konsistensi penataan, pemerataan akses usaha, serta dukungan terhadap UMKM akan menjadi tolok ukur keberlanjutan program serupa di masa mendatang.

Pemkab Bojonegoro berharap bazar dapat berjalan tertib dan lancar, serta benar-benar memberi dampak peningkatan pendapatan bagi pelaku UMKM. Di tengah dinamika ekonomi, ruang-ruang seperti inilah yang diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan pelaku usaha kecil tetap menjadi bagian utama dari pertumbuhan ekonomi daerah.

Posting Komentar