HEADLINE

Kebakaran SPPG di Baureno Bojonegoro Ungkap Celah Keselamatan Dapur Layanan Publik

Kondisi dapur SPPG di Kecamatan Baureno, Bojonegoro, yang terbakar pada dini hari, memicu sorotan soal keselamatan fasilitas layanan publik.

Mediabojonegoro.com – Peristiwa kebakaran yang terjadi di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Baureno menjadi pengingat penting tentang kerentanan fasilitas layanan publik terhadap risiko kebakaran, terutama yang berkaitan dengan penggunaan peralatan berbasis gas. Insiden ini tidak hanya berdampak pada kerusakan fisik bangunan, tetapi juga menimbulkan konsekuensi serius bagi keselamatan pekerja dan keberlangsungan layanan yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

Kebakaran tersebut terjadi di Dusun Grogolan, Desa Sumuragung, Kabupaten Bojonegoro, pada Senin (2/2/2026) dini hari. Api melahap sebagian area dapur yang menjadi pusat aktivitas pengolahan pangan di SPPG. Dua orang pekerja menjadi korban dalam peristiwa ini, satu di antaranya mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan lanjutan di rumah sakit rujukan.

Dari sisi pelayanan publik, kejadian ini memunculkan pertanyaan mengenai standar keselamatan operasional di fasilitas-fasilitas pendukung program pangan dan gizi. SPPG sebagai unit layanan memiliki peran strategis, sehingga keberlanjutan operasionalnya sangat bergantung pada kesiapan sistem pengamanan, termasuk pencegahan kebakaran sejak dini.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Agus Salim, menyampaikan bahwa kebakaran diduga kuat dipicu oleh kebocoran pada regulator atau selang kompor gas elpiji. Dugaan ini memperkuat pentingnya pemeriksaan rutin terhadap instalasi gas, khususnya di dapur berskala layanan publik yang beroperasi dengan intensitas tinggi.

Dalam penanganan kejadian tersebut, petugas pemadam kebakaran dari Pos Damkarmat Baureno bergerak cepat setelah menerima laporan. Meski lokasi berjarak sekitar 12 kilometer dari pos terdekat, api berhasil dikendalikan dengan dukungan satu unit armada dari Kabupaten Lamongan. Upaya ini berhasil menyelamatkan bangunan utama SPPG seluas sekitar 400 meter persegi dari potensi kerusakan lebih luas.

Namun demikian, kerugian materiil tetap tidak dapat dihindari. Sekitar 40 persen area dapur, termasuk bangunan berukuran 7 x 4 meter beserta peralatannya, mengalami kerusakan akibat terbakar. Total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp350 juta, angka yang mencerminkan besarnya dampak ekonomi dari kelalaian atau kegagalan sistem keselamatan dasar.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bojonegoro memberikan sosialisasi kepada warga sekitar mengenai pencegahan kebakaran dan langkah penanganan awal saat api mulai muncul. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk menekan risiko kejadian serupa, tidak hanya di lingkungan permukiman, tetapi juga di fasilitas umum.

Kebakaran dapur SPPG di Baureno menegaskan bahwa aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan fasilitas layanan publik. Lebih dari sekadar peristiwa darurat, kejadian ini menjadi cermin bagi pemerintah daerah dan pengelola layanan untuk memperkuat standar keamanan, demi melindungi pekerja, aset negara, dan kepentingan masyarakat luas.

Posting Komentar