Olahraga Padel Hadir di Bojonegoro, Alternatif Baru bagi Warga
![]() |
| Suasana lapangan olahraga padel di Bojonegoro yang menjadi alternatif baru bagi warga untuk berolahraga ringan dan menyenangkan. |
Mediabojonegoro.com – Perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan perlahan merembet ke daerah. Di Bojonegoro, kecenderungan itu mulai tampak dari hadirnya olahraga padel, cabang olahraga raket yang belakangan populer di kota-kota besar dan kini mulai dikenalkan sebagai alternatif aktivitas fisik yang lebih santai namun tetap dinamis.
Masuknya padel di Bojonegoro ditandai dengan dibukanya fasilitas lapangan di GoFun Sport Center. Kehadiran fasilitas ini bukan sekadar menambah pilihan tempat olahraga, tetapi juga menjadi ruang perkenalan bagi warga yang ingin mencoba pengalaman baru tanpa harus memiliki latar belakang atletik tertentu.
Berbeda dengan tenis atau bulu tangkis, padel dimainkan secara ganda di lapangan berdinding kaca. Permainannya cepat, namun tidak menuntut tenaga berlebihan. Pantulan bola dari dinding justru menjadi bagian dari strategi, membuat permainan terasa lebih cair dan mudah diikuti oleh pemula.
Karakter tersebut membuat padel relatif inklusif. Tidak hanya diminati kalangan muda, olahraga ini juga mulai menarik perhatian warga usia produktif yang ingin tetap aktif tanpa tekanan fisik yang berat. Padel hadir di antara kebutuhan menjaga kebugaran dan keinginan berolahraga secara rekreatif.
Salah satu warga Bojonegoro, Lestari Wulandari (46), mengaku tertarik mencoba padel karena penasaran dengan jenis olahraga yang sebelumnya hanya ia kenal dari media sosial. Setelah menjajal langsung, ia merasa padel lebih ramah bagi tubuh dibandingkan olahraga raket lain yang pernah ia coba.
“Padel ini rasanya lebih ringan. Tetap gerak, tetap keringetan, tapi tidak terlalu memforsir tenaga,” ujarnya kepada Mediabojonegoro.com.
Bagi Lestari, pengalaman bermain padel bukan soal mengejar performa, melainkan menemukan bentuk olahraga yang bisa dilakukan secara konsisten. Ia menilai, kenyamanan menjadi faktor penting agar aktivitas fisik bisa menjadi kebiasaan, bukan sekadar rutinitas sesaat.
Pandangan serupa disampaikan Rizky Pratama (27), warga Bojonegoro yang mencoba padel bersama rekan-rekannya. Menurutnya, padel terasa lebih bersahabat bagi pemula karena alur permainan cepat dipahami dan tidak menuntut teknik rumit sejak awal.
“Kalau baru pertama main, tetap bisa langsung ikut. Tidak bikin minder, tapi tetap seru,” katanya.
Selain faktor permainan, fasilitas juga menjadi penentu. Lapangan dengan standar yang memadai memberi rasa aman bagi pemain pemula untuk mencoba tanpa takut cedera atau salah teknik. Kondisi ini membuat padel berpotensi berkembang sebagai olahraga komunitas, bukan sekadar tren sesaat.
Secara lebih luas, hadirnya padel di Bojonegoro mencerminkan perubahan cara masyarakat memaknai olahraga. Aktivitas fisik tidak lagi selalu identik dengan kompetisi atau prestasi, tetapi juga sebagai ruang sosial, sarana rekreasi, dan bagian dari gaya hidup sehat yang berkelanjutan.
Meski masih tergolong baru, olahraga padel memiliki peluang berkembang seiring meningkatnya minat warga terhadap aktivitas yang praktis dan menyenangkan. Bagi Bojonegoro, padel bukan hanya olahraga baru, melainkan simbol adaptasi daerah terhadap dinamika gaya hidup masyarakat yang terus bergerak.
.webp)