HEADLINE

Atlet Cilik Kedungadem Sabet Juara 2 Pencak Silat Bojonegoro

Atlet cilik Perisai Diri Kedungadem, Ayudia Varisha Putri, Juara 2 Kejuaraan Pencak Silat Raja Airlangga 1 tingkat Kabupaten Bojonegoro.

Mediabojonegoro.com – Upaya pembinaan pencak silat sejak usia dini di Kabupaten Bojonegoro mulai menunjukkan hasil. Salah satu buktinya datang dari atlet muda asal Kecamatan Kedungadem yang sukses menorehkan prestasi di ajang resmi tingkat kabupaten.

Ayudia Varisha Putri, atlet kelas C usia dini dari Keluarga Silat Nasional Perisai Diri Ranting Kedungadem, berhasil meraih Juara II dalam Kejuaraan Pencak Silat Raja Airlangga 1. Kompetisi tersebut digelar pada Jumat (9/1/2026) di Gedung Olahraga Muhammadiyah Kedungadem dan diikuti peserta dari jenjang SD/MI hingga berbagai klub pencak silat se-Kabupaten Bojonegoro.

Di tengah persaingan yang cukup ketat, Ayudia mampu menunjukkan performa apik sepanjang pertandingan. Kemampuan teknik, penguasaan arena, serta fokus saat bertanding menjadi faktor penting yang mengantarkannya meraih posisi runner-up.

Studi Kasus: Disiplin Latihan Jadi Kunci

Kepada Mediabojonegoro.com, Ayudia mengungkapkan bahwa disiplin latihan menjadi kunci utama dalam meraih prestasi. Ia tidak hanya mengandalkan latihan bersama, tetapi juga rutin berlatih mandiri di rumah untuk memperkuat penguasaan teknik.

“Latihane telong dino seminggu. Nek neng omah, aku sering ngulang teknik ben luwih apal lan lancar (Latihannya tiga kali seminggu. Di rumah saya sering mengulang teknik supaya lebih hafal dan lancar),” ujarnya, Sabtu (10/1/2026).

Kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa pembinaan sejak dini tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada proses. Anak-anak dilatih membangun kedisiplinan, mengasah mental bertanding, serta belajar mengendalikan emosi saat berada di arena.

Ketua Ranting Perisai Diri Kedungadem, Suyono, menegaskan bahwa capaian atlet muda bukan sekadar soal kemenangan. Menurutnya, pembinaan yang dilakukan menitikberatkan pada keseimbangan antara kemampuan teknik dan pembentukan karakter.

“Hasil ini lahir dari latihan rutin dan pembinaan mental. Harapannya, anak-anak tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat,” jelasnya.

Sementara itu, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Bojonegoro menilai kejuaraan tingkat daerah merupakan bagian penting dalam sistem pembinaan berjenjang. Ajang tersebut menjadi wadah bagi atlet usia dini untuk mengasah kemampuan sekaligus menumbuhkan sportivitas.

Capaian atlet cilik dari Kedungadem ini juga menjadi inspirasi bagi orang tua dan masyarakat. Pencak silat tidak hanya menjadi sarana menyalurkan minat, tetapi juga membentuk disiplin, rasa percaya diri, serta tanggung jawab sosial.

Dengan pembinaan yang terus dijalankan secara konsisten, pencak silat di Bojonegoro diharapkan mampu melahirkan lebih banyak atlet muda berprestasi yang tidak hanya unggul di arena, tetapi juga kuat secara karakter.

Posting Komentar