HEADLINE

Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Zero Incident, Raih Penghargaan Tertinggi Keselamatan Migas

Aktivitas pekerja di area operasional industri minyak dan gas saat menjalankan proses pengecekan fasilitas produksi.

Mediabojonegoro.com – Di tengah tuntutan menjaga pasokan energi nasional tetap stabil, aspek keselamatan kerja semakin dipandang sebagai fondasi utama keberlanjutan industri hulu minyak dan gas bumi. Operasi yang aman tidak hanya berkaitan dengan perlindungan pekerja, tetapi juga menentukan kesinambungan produksi yang berdampak langsung pada kepentingan publik.

Pandangan tersebut mengemuka dalam Forum Komunikasi Keselamatan Migas Tahun 2025, ketika Pertamina EP Cepu (PEPC) menerima penghargaan Patra Nirbhaya Karya Utama Adinugraha IV, kategori tertinggi dalam bidang keselamatan kerja sektor migas. Penghargaan ini menjadi penanda bahwa praktik keselamatan tidak lagi diposisikan sebagai kewajiban administratif, melainkan bagian dari strategi operasional industri energi.

Dalam konteks industri hulu migas yang berisiko tinggi, konsistensi penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berpengaruh pada keandalan operasi. Gangguan akibat kecelakaan kerja berpotensi menghentikan produksi, yang pada akhirnya memengaruhi distribusi energi. Karena itu, pencapaian kinerja keselamatan dipandang memiliki implikasi lebih luas daripada sekadar catatan internal perusahaan.

General Manager PEPC, Mefredi, menyampaikan penghargaan tersebut merupakan hasil dari komitmen kolektif seluruh pekerja dalam menjadikan keselamatan sebagai budaya kerja sehari-hari. Menurutnya, capaian tersebut tidak dimaknai sebagai akhir, melainkan dorongan untuk terus meningkatkan standar keselamatan di seluruh lini operasi.

“Komitmen terhadap K3 telah menjadi bagian dari budaya kerja kami. Pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan standar keselamatan ke tingkat yang lebih baik,” ujarnya.

Penghargaan Patra Nirbhaya Karya Utama Adinugraha IV diberikan kepada entitas yang mampu mencatatkan kinerja tanpa kehilangan jam kerja akibat kecelakaan. Pengakuan ini diserahkan langsung oleh Direktur Teknik dan Lingkungan Migas selaku Kepala Inspeksi Migas, Noor Arifin Muhammad, dari Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, dalam acara awarding di Gedung Forum Teknologi Balai Besar Pengujian Migas LEMIGAS, Jakarta, Kamis (13/11/2025).

Forum tersebut diikuti puluhan perusahaan migas dan perusahaan penunjang, sebagai ruang berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan keselamatan kerja. Selain Patra Nirbhaya Karya, penghargaan juga mencakup kategori Patra Karya Raksa untuk pembinaan keselamatan kerja serta Patra Prakarsa bagi individu maupun kelompok yang berkontribusi dalam peningkatan kinerja keselamatan industri migas.

Bagi PEPC, keberhasilan menjaga operasi tanpa insiden turut menopang keberlangsungan produksi dari wilayah operasi Jambaran Tiung Biru. Operasi yang stabil dinilai memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan energi nasional karena pasokan dapat berjalan tanpa gangguan akibat kecelakaan kerja.

Dalam perspektif yang lebih luas, forum keselamatan migas menjadi pengingat bahwa tantangan industri energi tidak hanya berkaitan dengan produksi dan teknologi, tetapi juga penguatan budaya kerja yang aman dan disiplin. Standar keselamatan yang konsisten dinilai dapat menjadi acuan bersama bagi pelaku industri dalam membangun sektor energi yang lebih andal dan berkelanjutan.

Pencapaian PEPC sekaligus menunjukkan bahwa transformasi budaya keselamatan di sektor migas tidak hanya berdampak pada internal perusahaan, tetapi juga pada kepentingan publik yang lebih luas, terutama dalam menjaga kontinuitas pasokan energi bagi masyarakat.

Posting Komentar