HEADLINE

Museum Rajekwesi, Ruang Belajar yang Membuka Sejarah Bojonegoro Tanpa Sekat

Tampak depan Museum Rajekwesi Bojonegoro di Jalan Pahlawan, museum sejarah gratis milik Pemkab Bojonegoro yang menjadi ruang belajar publik.

Mediabojonegoro.com – Di tengah perkembangan kota yang makin cepat, Museum Rajekwesi Bojonegoro hadir dengan konsep yang berbeda. Bukan sekadar tempat menyimpan benda lama, museum ini dibuka sebagai ruang belajar yang bisa dinikmati siapa saja, gratis dan tanpa batas.

Berlokasi di Museum Rajekwesi, tepatnya di Jalan Pahlawan sisi selatan alun-alun, museum ini jadi salah satu destinasi edukasi yang mudah dijangkau. Tanpa tiket masuk, masyarakat dari berbagai kalangan, mulai pelajar, keluarga, hingga wisatawan, bisa datang dan belajar sejarah Bojonegoro secara langsung.

Sejak masuk area museum, pengunjung sudah disambut dengan suasana yang tertata rapi. Area parkir tersedia, dan petugas membantu mengarahkan alur kunjungan agar tetap nyaman, terutama saat ramai pengunjung atau rombongan.

Menariknya, museum ini tidak langsung “menyodorkan” informasi secara penuh. Pengunjung diajak menikmati perjalanan sejarah secara bertahap. Di bagian depan, terdapat andong sebagai gambaran transportasi masa lalu yang jadi pembuka cerita sebelum masuk ke ruang utama.

Di dalam, pengunjung bisa melihat berbagai koleksi dari masa prasejarah. Mulai dari fosil hewan darat seperti gajah dan rusa, hingga fosil laut seperti kerang dan gigi hiu. Semua ditata dengan penjelasan yang mudah dipahami, sehingga pengunjung bisa membayangkan kondisi Bojonegoro di masa lampau.

Perjalanan berlanjut ke masa Hindu-Buddha. Di sini, dipamerkan berbagai artefak seperti arca Dewa Siwa dan Ganesha, gerabah kuno, hingga benda beraksara lama. Koleksi ini menunjukkan bahwa Bojonegoro punya peran dalam sejarah besar Nusantara.

Tidak hanya itu, sisi kehidupan masyarakat juga ditampilkan di ruang etnografi. Ada lesung padi, alat musik tradisional, hingga peralatan pertanian yang menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat zaman dulu.

Pengalaman makin menarik saat naik ke lantai dua. Di sana, pengunjung bisa melihat bahkan ikut mencoba gamelan atau menyaksikan pertunjukan wayang dengan pendampingan pemandu. Konsep ini membuat museum terasa lebih hidup dan interaktif.

Di ruang lain, berbagai busana tradisional khas Bojonegoro juga dipamerkan, termasuk pakaian pengantin dan kostum kesenian. Penataannya dibuat sederhana tapi tetap menarik, sehingga terasa dekat dengan kehidupan masyarakat.

Sebagai penutup, pengunjung diajak menonton film sejarah Bojonegoro di ruang khusus. Dari sini, semua informasi yang sudah dilihat sebelumnya dirangkai menjadi cerita utuh yang mudah dipahami.

Kehadiran Museum Rajekwesi menjadi bukti bahwa belajar sejarah tidak harus kaku dan membosankan. Dengan akses gratis, lokasi strategis, dan konsep yang interaktif, museum ini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk lebih jauh mengenal jati diri daerahnya.

Ke depan, museum ini diharapkan terus menjadi jembatan antara sejarah dan generasi sekarang, sekaligus memperkuat rasa bangga warga terhadap Bojonegoro.

Posting Komentar