Begini Cara Usaha Jualan Seblak Depan Rumah yang Menguntungkan, Plus Modalnya
Diperbarui Sabtu, 26 Agustus 2025.
Mediabojonegoro.com - Seblak itu makanan yang nggak pernah kehilangan penggemarnya. Dari anak sekolah sampai orang dewasa, banyak yang doyan makan seblak pedas dengan kuah gurihnya yang bikin nagih. Nah, kalau kamu suka masak dan ingin mulai usaha kecil-kecilan, kenapa nggak coba jualan seblak di depan rumah aja?
Selain modalnya nggak terlalu besar, jualan depan rumah juga berarti kamu nggak perlu keluar uang buat sewa tempat. Yang penting, strateginya harus tepat supaya pelanggan datang terus dan usahamu lancar. Yuk, kita bahas caranya!
1. Cari Lokasi yang Strategis (Walau di Depan Rumah Sendiri)
Meskipun jualan di depan rumah, tetap harus dipertimbangkan lokasinya. Kalau rumahmu ada di pinggir jalan yang sering dilewati orang, ini peluang bagus. Tapi kalau masuk gang, pastikan masih ada potensi pembeli, misalnya dari tetangga sekitar, anak-anak sekolah, atau pekerja yang sering lewat.
Kalau lokasimu kurang strategis, jangan putus asa dulu. Kamu bisa promosiin jualanmu di grup WhatsApp warga, media sosial, atau daftar di layanan pesan antar seperti GrabFood atau GoFood.
2. Siapkan Modal yang Efisien
Modal awal jualan seblak ini nggak terlalu besar dibanding usaha kuliner lainnya. Berikut perkiraan biaya awalnya:
- Bahan baku (kerupuk, makaroni, sosis, bakso, ceker, dan bumbu): Rp300.000 - Rp500.000
- Peralatan masak (kompor, gas, panci, wajan, baskom): Rp500.000 - Rp1.000.000
- Gerobak atau meja jualan sederhana: Rp500.000 - Rp1.500.000 (kalau mau lebih rapi)
- Kemasan dan peralatan makan: Rp200.000 - Rp500.000
Jadi, total modal awal jualan seblak depan rumah sekitar Rp1.500.000 - Rp3.500.000. Namun perlu di garis bawahi, itu hanya nilai estimasinya saja, semua tergantung seberapa besar skala usahamu. Jika semakin besar ya semakin besar pula modal yang diperlukan.
3. Bikin Seblak yang Unik dan Beda dari yang Lain
Jualan seblak itu persaingannya lumayan ketat. Jadi, biar usahamu lebih menonjol, kamu harus punya sesuatu yang beda. Bisa dari varian rasa, topping spesial, atau level pedas yang lebih banyak opsinya.
Contohnya:
- Seblak Keju Mozzarella (seblak pedas dengan lelehan keju di atasnya)
- Seblak Kuah Standard (buat yang nggak suka terlalu pedas)
- Seblak Super Pedas Level 10 (khusus pencinta pedas)
- Seblak Seafood (topping udang, cumi, atau kerang)
Selain itu, pastikan rasanya enak dan konsisten. Kalau enak, pelanggan bakal balik lagi dan ngajak teman-temannya.
4. Gunakan Strategi Harga yang Menarik
Menentukan harga itu nggak bisa asal-asalan. Harus pas di kantong pelanggan, tapi tetap bikin kamu untung. Kalau kemahalan, orang bakal mikir dua kali sebelum beli. Kalau kemurahan, kamu sendiri yang bakal tekor. Nah, biar makin menarik, coba pakai beberapa strategi harga ini.
Paket Hemat Biar Pelanggan Nggak Ragu
Orang Indonesia suka banget sama yang namanya "paket hemat" atau "bonus tambahan." Kamu bisa manfaatin ini buat bikin mereka beli lebih banyak. Contohnya:
- Beli 2 porsi seblak, gratis topping sosis atau telur puyuh
- Beli 3 porsi, dapat es teh gratis
Cara ini bikin pelanggan merasa lebih untung dan lebih gampang buat ngajak temennya beli juga. Akhirnya, kamu dapat pelanggan lebih banyak!
Diskon Pelajar, Biar Anak Sekolah Jadi Langganan
Kalau rumahmu deket sekolah atau kampus, kasih harga khusus buat pelajar itu ide bagus. Anak sekolah biasanya suka jajan rame-rame, jadi kalau ada diskon dikit aja, mereka pasti balik lagi. Misalnya:
- Harga normal Rp15.000, harga pelajar Rp12.000
- Tunjukin kartu pelajar dapat diskon Rp2.000
Walaupun untungnya sedikit lebih kecil, tapi kalau yang beli banyak, tetap cuan kan?
Beli Banyak, Dapat Gratisan
Biar pelanggan makin loyal, coba bikin promo yang bikin mereka rajin balik. Misalnya:
- Beli 10, gratis 1 porsi seblak
- Kumpulin 5 struk pembelian, dapat bonus topping spesial
Strategi kayak gini bikin orang lebih semangat beli dan ngerasa diuntungkan.
Pilihan Harga Sesuai Budget Pelanggan
Nggak semua orang punya budget yang sama buat jajan. Makanya, kasih pilihan harga biar semua kalangan bisa beli. Misalnya:
- Seblak Polosan (tanpa topping): Rp10.000
- Seblak Komplit (pakai ceker, sosis, bakso): Rp15.000
- Seblak Sultan (pakai seafood, keju, dan topping spesial): Rp20.000 ke atas
Dengan variasi harga kayak gini, pelanggan bisa pilih sesuai selera dan budget mereka.
5. Promosi Online Itu Wajib!
Jangan cuma mengandalkan pelanggan yang lewat depan rumah saja. Kamu bisa coba manfaatkan media sosial buat promosi. Misalnya, promosi ke grup WhatsApp, Facebook atau komunitas warga sekitar, memposting video di Instagram dan TikTok yang memperlihatkan proses memasak seblak yang menggugah selera.
Selain itu kalau bisa, bikin promo spesial untuk pelanggan pertama atau diskon buat yang repost story jualanmu.
6. Jaga Kebersihan dan Pelayanan yang Ramah
Seblak itu makanan berkuah yang kalau tempat jualannya kotor, pelanggan bisa ragu buat beli. Jadi, selalu jaga kebersihan, baik dari segi bahan makanan, alat masak, maupun tempat jualannya.
Selain itu, pelayanan yang ramah juga penting. Kalau pelanggan nyaman, mereka pasti bakal balik lagi.
Studi Kasus: Ira, Penjual Seblak Raup Omzet Ratusan Ribu Per Hari dari Teras Rumahnya
Mbak Ira, perempuan berusia 32 tahun asal Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, seorang penjual seblak yang terbilang sukses di kawasan pedesaan. Dengan hanya bermodalkan teras rumah, tanpa ruko maupun booth kontainer, dirinya mulai membuka gerai seblaknya setiap hari, mulai jam 10 siang hingga sekitar pukul 9 malam.
Menurutnya, awal mula ia jualan seblak berawal dari ketidaksengajaannya membuat makanan oleh-oleh untuk rutinan jamaah tahlil yang di adakan khusus perempuan di desanya setiap seminggu sekali. Awalnya, kebetulan saat itu gilirannya. Biasanya, makanan oleh-oleh untuk acara tersebut umumnya berupa sebungkus nasi lengkap dengan lauk. Namun, entah apa yang terpikir olehnya saat itu, ia justru membuat hidangan seblak untuk oleh-oleh.
"Awalnya aku jualan ini dari ketidaksengajaan Mas. Waktu itu mau acara rutinan tahlil (pengajian) di rumah. Saat itu bingung mau masak apa, hari pun udah mulai siang," ungkap Mbak Ira kepada Mediabojonegoro.com saat ditemui di teras rumahnya, Sabtu, 26 Agustus 2025, sore.
Selain itu, ibu satu anak ini juga mengaku sebelumnya pernah bekerja di salah satu warung seblak di kota Bojonegoro selama lebih dari dua tahun. Berbekal pengalaman tersebut, tak heran jika dirinya sama sekali tidak merasa kesulitan dalam mengolahnya. Meski memasak dalam jumlah hingga 20 porsi sekaligus untuk para anggota rutinan tahlil tersebut.
"Dulu itu aku sempet ikut warung Seblak** Mas di Bojonegoro, mungkin ya sekitar 2 tahunan. Makanya resepnya saya hafal," katanya.
Setelah seblak dibagikan kepada para anggota, banyak dari mereka yang memuji seblak buatan Mbak Ira sangatlah enak, dan gak kalah rasa dibandingkan dengan seblak yang dijual di warung-warung. Mengetahui seblak tersebut kaya rasa, tidak sedikit dari mereka yang bahkan menyarankan Mbak Ira untuk membuka usaha gerai seblak sendiri di rumahnya.
"Waktu itu saya gugup Mas, takut kalau gak enak. Tapi ternyata mereka pada suka dan menyarankan untuk buka," imbuhnya.
Setelah mempertimbangkan saran dan masukan dari rekannya, mulanya Mbak Ira mengaku ragu. Sebab menurutnya, modal dan persiapannya belum siap. Sampai pada akhirnya, ia mengukuhkan tekad dan niatnya untuk memulai membuka usaha tersebut di teras depan rumahnya secara kecil-kecilan.
"Awalnya masih ragu Mas. Soalnya modal belum ada. Akhirnya saya buka kecil-kecilan dulu di teras, menu originalan tanpa topping," tambahnya.
Kini, setelah hampir setahun jualan, Mbak Ira mengaku omzet hariannya berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp700 ribu rupiah dengan pelanggan rata-rata orang yang lewat, repeat order lewat whatsapp serta pesanan dari kelompok tahlil rutinan setiap minggunya.
"Kalau omzet ya alhamdulillah, sekitar Rp500.000 kadang sampai Rp700.000 Mas, kalau senin ya bisa lumayan soalnya ada pesanan dari kelompok tahlil," tutupnya dengan penuh senyum ceria.
![]() |
Lapak Mbak Ira, jualan seblak di teras depan rumahnya. |
Kesimpulan
Jualan seblak depan rumah bisa jadi usaha yang menguntungkan kalau dijalankan dengan strategi yang tepat. Kamu nggak perlu bayar sewa tempat, modalnya juga nggak terlalu besar, tapi peluang untungnya lumayan. Yang penting, pastikan lokasinya cukup ramai, rasanya enak, harganya bersaing, dan promosinya jalan terus.
Jadi, kalau kamu suka masak dan mau punya usaha sendiri, nggak ada salahnya coba jualan seblak dari depan rumah dulu. Siapa tahu nanti berkembang jadi lebih besar!
Posting Komentar untuk "Begini Cara Usaha Jualan Seblak Depan Rumah yang Menguntungkan, Plus Modalnya"