Media Update

Validasi Data Bansos, Pemkab Bojonegoro Mulai Pasang Stiker di Rumah Keluarga Miskin

Seorang petugas menempelkan stiker penanda rumah kategori keluarga miskin di salah satu rumah warga di Kabupaten Bojonegoro.

Mediabojonegoro.com - Program pemasangan stiker penanda keluarga miskin di rumah warga penerima bantuan sosial mulai berjalan di Kabupaten Bojonegoro. Kebijakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro ini menjadi upaya untuk memastikan bantuan sosial disalurkan secara tepat sasaran dan transparan.

Stiker tersebut dipasang di rumah keluarga penerima manfaat (KPM) dengan dua informasi utama. Stiker pertama bertuliskan “Rumah Ini Kategori Keluarga Miskin”, sedangkan stiker kedua memuat keterangan jenis bantuan sosial yang diterima, baik dari program daerah maupun nasional.

Sejumlah warga penerima bantuan menyambut kebijakan tersebut dengan sikap positif. Sulastri, salah satu KPM di Bojonegoro, mengaku bersyukur keluarganya masih mendapat perhatian pemerintah melalui bantuan sosial.

“Alhamdulillah, saya justru merasa terbantu. Kondisi ekonomi keluarga kami memang masih kekurangan, jadi bantuan ini sangat berarti,” ujarnya.

Ia menilai pemasangan stiker menjadi penanda bahwa bantuan yang diterima memang sesuai dengan kondisi ekonomi keluarganya. Dengan adanya kebijakan tersebut, Sulastri berharap bantuan sosial benar-benar diberikan kepada warga yang membutuhkan.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Rudi, menilai pemasangan stiker mempermudah proses pengawasan di tingkat lingkungan. Menurutnya, warga dapat ikut memastikan bahwa penerima bantuan sosial benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Dengan stiker ini, kami bisa lebih mudah memantau. Kalau ada warga yang ekonominya sudah membaik, bisa segera dilaporkan untuk diperbarui datanya,” kata Rudi.

Dari sisi pemerintah, kebijakan ini disebut sebagai langkah strategis untuk meningkatkan akurasi data kemiskinan. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo, menjelaskan bahwa pemasangan stiker mengacu pada Data Kemiskinan Daerah (Damisda).

“Berdasarkan Damisda Kabupaten Bojonegoro, jumlah KPM yang dipasang stiker sebanyak 50.987 kepala keluarga. Saat ini proses pemasangan masih berjalan,” jelas Agus Susetyo, Jumat (2/1/2026).

Ia menerangkan, tahapan dimulai dari pendistribusian stiker ke tingkat kecamatan, desa, hingga kelurahan. Selanjutnya, penempelan dilakukan oleh pendamping sosial sesuai daftar penerima bantuan sosial dalam Damisda.

Menurutnya, kebijakan ini juga bertujuan menyisir KPM yang sudah berdaya secara ekonomi agar dapat keluar dari kategori kemiskinan. Dengan begitu, bantuan sosial dapat terus diarahkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

Selain mendukung ketepatan sasaran, pemasangan stiker ini juga menjadi bagian dari proses monitoring, evaluasi, dan pemutakhiran data kemiskinan. Mulai tahun 2026, data Damisda akan bertransformasi menjadi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

DTSEN merupakan sistem basis data terintegrasi yang memuat informasi sosial dan ekonomi penduduk Indonesia. Data ini menggabungkan berbagai sumber, seperti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), serta data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).

Melalui kebijakan pemasangan stiker tersebut, Pemkab Bojonegoro berharap penyaluran bantuan sosial semakin terbuka, akurat, dan adil. Dengan keterlibatan warga dan aparat lingkungan, program pengentasan kemiskinan diharapkan benar-benar menyentuh keluarga yang membutuhkan.

Posting Komentar