Memaknai Pilkada Bojonegoro 27 Juni 2018

0 139
Share :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Joko Adi Sunaryo

Joko Adi Sunaryo

Oleh : Kang Joko (Pemerhati Politik Bojonegoro)

Hakekat Pilkada Bojonegoro 27 Juni 2018 adalah perebutan Kekuasaan Eksekutif di Daerah Kabupaten Bojonegoro.  4 (empat) Pasangan Calon yang diusung Partai politik tanpa jalur independen sangat ditentukan oleh keseriusan bertemunya Pasangan Calon dengan rakyat Bojonegoro dengan program yang dianggap bisa membantu dan menolong rakyat dengan kekuasaannya, tentunya pasangan calon yang bisa berlaku adil amanah, mudah ditemui dan mudah dituturi.

Pilkada Bojonegoro Tahun 2018 ini merupakan pilihan langsung kali ke 3 secara demokratis.   Demokrasi yang kita bangun bersama memberikan ruang untuk berbeda secara wajar oleh karenanya tidak perlu membuat rakyat Bojonegoro menjadi terkotak-kotak atau hanya menghabiskan seluruh energi  untuk memobilisasi kebencian antar pendukung.

Suasana kondisi pilkada tahun ini sangat kondusif, sarat dengan adu program antar paslon. Ini pertanda bahwa ada 2 (dua ) hal yang bisa kita cermati bersama , yakni Harapan dan Kecemasan.

Masyarakat Bojonegoro era hasil pilihan langsung 2 (dua)  periode yang lalu dimenangkan oleh pasangan TOTO ( Suyoto, Setyo Hartono) dianggap mampu merubah kondisi pikir masyarakat Bojonegoro bahkan secara fisik bisa dikatakan pasangan tersebut telah berhasil membuat Bojonegoro  menjadi desa rasa kota dan kota rasa desa.

Rakyat Bojonegoro masih banyak berharap agar jaminan kesehatan dipastikan dapat dilanjutkan, bea siswa dapat dilanjutkan, pembangunan infrastruktur jembatan jalan termasuk pertanian tetap terus dilanjutkan dengan prinsip keadilan partisipatif dan keadilan distributif.

Rakyat Bojoengoro sadar bahwa Pilkada Bojonegoro 27 Juni 2018 adalah jalan keterlibatan rakyat untuk turut memecahkan masalah utama yang ada di tengah-tengah masyarakat yakni:  infrastruktur, pertanian , kesehatan dan pendidikan.

Wajar jika kecemasan yang muncul di tengah masyarakat saat ini jika pilkada bojonegoro 27 juni 2018 dimenangkan oleh pasangan calon yang tidak bisa berlaku adil dan amanah apalagi kondisi yang sudah nyaman berubah menjadi ketidak pastian ataupun ketidak sanggupan seorang kepala daerah untuk bisa melayani, membantu dan menolong rakyat dari kebutuhan utama karena  bisa jadi yang terpilih nanti justru akan sibuk mengurusi kepentingan pendukungnya dan nafsu angkara murkanya  untuk memperkaya diri dan golongannya.

Rakyat Bojonegroro sudah sangat cerdas mana pasangan calon yang mempunyai progran realistis dapat dilaksanakan atau yang tidak.  Semua akan terpolar pada slogan komitmen yang dapat dipercaya  dari seorang pasangan calon antara lain adalah sosok kepala daerah yang mudah ditemui  rakyatmya, mudah dituturi rakyatnya dengan komunikasi langsung secara dialogis, tidak minteri, tidak ngapusi dan tidak akan korupsi.

 

Joko Adi Sunaryo, S. Hut

 


Share :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Category: OpiniTags: