Kuatkan Ikatan, Heli Suharjono Menerima Kunjungan Ketua Fokal IMM Aufklarung UMM

Share :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Heli Suharjono

MediaBojonegoro.com

Membangun silaturahmi harus selalu digiatkan, apalagi seorang pemimpin harus rajin merajut silaturahmi untuk mengkomunikasikan program organisasi. Bertempat di pawon cafe & resto Bojonegoro (11/1/2018), dilaksanakan silaturahmi antara ketua Forum Keluarga Alumni (Fokal) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Aufklarung UMM dan Fokal IMM Bojonegoro.

Heli Suharjono, ketua Fokal IMM Bojonegoro, menerima kunjungan Shofiyyul Fuad, ketua Fokal IMM Aufklarung UMM. Pantauan mediaBojonegoro.com, pertemuan dilaksanakan dengan gayeng dan akrab, mulai pukul 10.30 hingga 14.00 WIB. Membahas berbagai hal terkait dengan penguatan dan pengembanagn Fokal IMM.

Shofiyyul Fuad, menjelaskan tentang gambaran program kerja Fokal IMM Aufklarung untuk bisa dilaksanakan secara maksimal dan istiqomah. Menjadikan Fokal sebagai rumah besar yang berisi banyak anggota keluarga, masing-masing anggota keluarga memiliki kompetensi dan profesi yang beragam, tetapi secara rutin berangkat dan kembali kerumah yang sama.

Lebih lanjut menurut Shofiyyul Fuad, untuk mengefektifkan jalannya organisasi, mengingat sebaran anggota yang begitu banyak diseluruh wilayah nusantara, bahkan manca negara. Maka akan dibentuk koordinator wilayah (Korwil) ditiap tiap wilayah, setiap wilayah akan mencakup tiga hingga empat Kab/Kota. “mensinergikan potensi anggota untuk menjadikan karya amal sholeh adalah tanggung jawab kita bersama, karena itu kegiatan silaturahmi ini senantiasa kita jadikan budaya”, tutur pria yang juga pengusaha pertambangan tersebut.

Heli Suharjono, memberikan banyak masukan terkait konsep pengelolaan Fokal IMM, secara substansial fungsi Fokal bersifat koordinatif, menjalin komunikasi untuk mendistribusikan anggota dalam berbagai bidang, tentu sesuai dengan minat dan kompetensi masing masing. Baik pada bidang sosial, ormas, bisnis dan politik. “Akan lebih baik jika anggota Fokal tidak hanya aktif di persyarikatan Muhammadiyah, tetapi juga harus berani aktif dikomunitas diluar Muhammadiyah, dengan demikian akan kelihatan kualitasnya”, harap mantan anggota DPRD tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Pak heli, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa pola gerakan Fokal harus universal, tidak tersekat dan berkutat dikeluarga Muhammadiyah saja. Pada bidang politik, anggota Fokal jangan hanya aktif di PAN, tapi harus berani aktif di PDI, Golkar, Gerindra dan lainnya. “pada bidang ekonomi, tiap tiap anggota bisa bisa berkolaborasi untuk membuat usaha bersama, sesuai minatnya masing-masing, jadi yang berkolaborasi anggotanya, bukan lembaganya”, jelas mantan ketua Korkom IMM UMM ini. (mdb/red)

 


Share :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Category: Berita UmumTags: