H. Shofiyyul Fuad, Ketua Fokal IMM Aufklarung, Sosok Humanis Bertangan Dingin (Bagian 1)

Share :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

H. Shofiyyul Fuad

MediaBojonegoro.com

Gus Fuad, itulah sapaan akrabnya, tentu tidaklah berlebihan jika H. Shofiyyul Fuad (SF) dipanggil dengan sebutan gus, karena memang SF adalah putra dari KH. Shofwan (alm), seorang kiai, ulama, hakim dan pejabat ternama di Tuban. KH. Shofwan adalah seorang mubaligh yang memiliki gaya khas dalam ceramahnya, penulis pernah menyaksikan dari dekat saat KH. Sofwan menjadi pembicara di pengajian ahad pagi masyarakat madani yang dikelola oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro. Beliau berpulang ke rahmatullah beberapa tahun silam ditanah suci makkah almukarromah.

SF menunaikan ibadah haji saat masih belia, ketika beberapa saat setelah lulus kuliah. Pergaulannya sangat luas, tidak hanya dengan warga Muhammadiyah, tetapi dengan warga Nahdhiyinpun sangat akrab. Dalam perilaku keseharian, walau berasal dari keluarga terhormat dan punya kedekatan dengan pejabat daerah, SF tidak serta merta menggunakan kesempatan itu untuk kepentingan organisasi dan bisnisnya, SF lebih memilih jalan "senyap".

Dalam pendidikan agama, tentu SF sudah kenyang tempaan pendidikan dari satu pesantren ke pesantren lainnya, sejak usia anak anak sampai SLTA yang diselesaikan di SMA Muhammadiyah Babat Lamongan.

Mengikuti proses pengkaderan di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Koms. Aufklarung UMM, Darul Arqom Dasar (DAD) pada bulan Oktober 1997, saat SF semester 3 Jurusan Teknik Sipil UMM. Luasnya wawasan dan kemampuan berdiplomasi yang sangat terukur sudah kelihatan saat itu, satu angkatan DAD dengan Misbah, Setyo Budi Utomo, Gun Gun Gunawan, Hardiansyah, Taurino, Zulfatman, Faizin Sulistyo, Oscar Harris, Alex Wenda, Munawar, Bombong A Pamuji dll. Hampir semua nama nama tersebut pada akhirnya menjadi motor dan "pejabat" gerakan mahasiswa di Malang, bahkan sampai tingkat nasional.

Tempaan DAD begitu keras dan disiplin, tema sentral yang diambil “Lantang Bicara, Berani Aksi dan bertanggung Jawab”. saat itu sebagai ketua komisariat Teknik Aufklarung adalah Ahmad Rofiq (mantan ketum DPP IMM, kini sekjen Perindo). Diantara pemateri DAD ada Saadih siddek, Joko susilo (pakar komunikasi) dan Suyoto (kini Bupati Bojonegoro).

Selama meniti karir organisasi, baik di IMM maupun di lembaga intra, SF hampir tidak pernah menjadi "pejabat", tapi ia selalu hadir memberi penguatan di organisasi, hadir memberikan solusi. SF menjadi beton di IMM, tidak tampak tapi memberi kekuatan. Ia tidak menjadi tim kesebelasan, tapi menjadi official team untuk mensukseskan pertandingan. (Bersambung)

 

Budiono

Kabid Sosek IMM Koms. Aufklarung 1998-1999

Sekum Kopma UMM 1999-2000


Share :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Category: Berita UmumTags: