Pemkab Bahas Proyek Gas Jambaran Tiung Biru (JTB)

0 204
Share :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

mediaBojonegoro.com

Hari ini Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar rapat koordinasi pengembangan Proyek Jambaran Tiung Biru (JTB) di Kabupaten Bojonegoro, Selasa ( 17/10/2017). Hadir dalam kesempatan ini Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro, Komandan Kodim Letkol Infanteri, M. Herry Subagyo, perwakilan anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro. Pertamina Ep Cepu dan Perwakilan PT Rekin.

Acara yang berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 7 Gedung Pemkab Bojonegoro ini dipimpin langsung oleh Bupati Bojonegoro, Dr. Suyoto, MSi. Bupati mengatakan pertemuan ini adalah sebagai spirit untuk percepatan proyek JTB yang didukung oleh semua element. Karena itu pertemuan ini menghadirkan eksekutif, legislatif, penagak hukum dan pebisnis serta pihak PEPC dan mitranya.

"Kita mendukung secara teknis proyek ini lancar dan secara bisnis akan membawa dampak positif atau keuntungan dari sisi bisnis. Karena itu kami mengharapkan tidak ada gejolak yang terjadi di tengah masyarakat dan memperhatikan aspek sosial untuk mendukung terlaksana proyek ini," kata bupati.

Bupati menegaskan bahwa Bojonegoro sudah memiliki Perda Nomor 23 tahun 2011 untuk mengawal dengan baik keterlibatan lokal. Karena itu dia menegaskan agar tenaga kerja unskill mengutamakan warga lokal. "Yang midle skill jika warga Bojonegoro mampu agar dilibatkan. Begitu juga dari sisi bisnis agar kontraktor lokal ataupun sub kontraktor dilibatkan dengan memperhatikan nilai kewajaran tentunya," pesan Kang Yoto.

Direktur Utama Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC), Adriansyah menjelaskan bahwa agar proyek ini bisa tepat waktu dan akan menghasilkan sesuai yang diinginkan oleh negara dan memberi dampak positif bagi daerah. Pihaknya berkomitmen akan membuka akses komunikasi se transparan mungkin terkait hal hal yang berkembang di JTB. "Bulan Desember nanti akan dimulai aktifitas proyek JTB," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Komaruzaman dari PT Rekin menyampaikan bahwa proyek ini sangat besar utamanya di hulu. Pengolahan gas nanti akan dilakukan selama 36 bulan. Saat ini pihaknya tengah menunggu finalisasi dari pihak Exxon. "Sambil menunggu itu kita sudah memulai pekerjaan yakni survey dermaga, jalan dan lain-lain, salah satunya adalah perijinan dan design pabrik," ungkapnya.

Sama dengan PEPC, pihaknya juga membuka komunikasi agar tetap terjaga dengan baik. Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Bojonegoro, Wakil Ketua DPRD Syukur Priyanto. Dia mengharapkan agar memprioritaskan tenaga kerja dari Bojonegoro. Selain itu agar kontraktor lokal dilibatkan dalam kegiatan proyek JTB.

Syukur Priyanto, politisi dari partai berlambang mercy ini memberikan contoh agar proyek bisa dipecah pecah menjadi sub yang lebih kecil sehingga kontraktor lokal bisa terlibat. Apalagi kontraktor lokal Bojonegoro punya pengalaman pahit yang membuat mereka gulung tikar.

Dalam pertemuan ini mendengarkan pula tentang perkembangan perkembangan antara lain perkembangan suasana kemanan dan ketertiban di wilayah polres Bojonegoro utamanya disekitar wilayah proyek yang disampaikan oleh Kapolres Bojonegoro. (mdb/red)


Share :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Category: PemerintahanTags: