Pusat Informasi Kesehatan (PIK), Warga Sekitar Lapangan Banyuurip Semakin Terbantu

Share :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

mediaBojonegoro.com

Warga sekitar Lapangan Minyak Banyuurip, Blok Cepu, di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, merasa terbantu dengan keberadaan Pusat Informasi Kesehatan (PIK) yang diinisiasi ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan bermitra dengan Kampus Ungu, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Husada (STIKes ICsada) Bojonegoro, Jawa Timur.

PIK ini merupakan bagian dari Program “Aku Sehat” yang dilaksanakan di empat desa sasaran yakni Desa Gayam, Mojodelik, Bonorejo, dan Brabowan. Kader Desa Bonorejo, Dian mengaku sejak ada Program Aku Sehat yang di dalamnya terdapat PIK, masyarakat semakin semangat untuk menjaga dan sekaligus memperhatikan kesehatan. Menurut dia, adanya PIK bisa memperkuat layanan kesehatan di tingkat desa. “Kami bersyukur, karena saat ini untuk sharing tentang kesehatan lebih dekat karena PIK,” jelas Dian. Dian menambahkan, pengobatan yang digelar telah membantu masyarakat yang kurang mampu. Tidak hanya itu, warga juga bertambah percaya pada model pengobatan gratis yang awalnya dulu kurang diminati. “Sekarang warga sangat terbantu,” ucapnya.

Senada disampaikan Kader Desa Mojodelik, Patrem. Bagi dia keberadaan PIK sungguh membantu warga. Apalagi Tim EMCL yang terjun ke masyarakat sangat baik pelayanannya. “PIK sangat matoh,” tegasnya. PIK ini dibuka pada Agustus 2017 di Desa Mojodelik.

Sejak dibuka, PIK telah dimanfaatkan warga sekitar. Pusat interaksi warga dengan petugas kesehatan ini memiliki beberapa fasilitas, seperti Kantin Medis dan meja konseling kesehatan. Selain itu, di tempat tersebut petugas bersama kader dari 4 Desa Mitra, yaitu Desa Gayam, Brabowan, Mojodelik dan Bonorejo semingu sekali melakukan senam dan ngobrol sehat.

Di tempat yang sama juga dilakukan pemenuhan 14 kebutuhan dasar anak melalui bimbingan pelajaran sekolah dan perilaku sosial. “Kegiatan bimbingan pelajaran sekolah dan perilaku sosial diikuti oleh kurang lebih 48 anak dari Desa Mojodelik dan Bonorejo. Kegiatan dibagi sesuai kelas dan dilakukan setiap hari kecuali Sabtu malam,” kata tenaga ahli Program Aku Sehat, Nurul Jariyatin dikonfirmasi terpisah.

Nurul menjelaskan, PIK juga mempermudah warga yang membutuhkan bantuan dari tenaga medis. Warga bisa langsung ke kantor PIK untuk berkonsultasi terkait kesehatan atau mendapat pertolongan pertama dari petugas. “Sejak keberadaan Tim EMCL melalui Program Aku Sehat yang diselenggarakan bersama Kampus Ungu STIKes ICsada, warga merasa sangat terbantu.

Karena Tim dianggap sangat peduli pada warga, hal ini sebagaimana diungkapkan banyak kader dari 4 desa,” tegasnya. Perempuan yang juga Ketua Yayasan Dharma Cendekia itu menambahkan, kalau Tim Program Aku Sehat bisa terus membawa banyak manfaat pada warga, dan hadir sebagai saudara dengan penuh cinta. “Sesuai logo Program Aku Sehat, yaitu terus semangat untuk tebar manfaat,” pungkasnya. (mdb/red)


Share :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Category: KesehatanTags: