Syukuri Nikmat Allah, Sedekah Bumi di Desa Purwosari

0 332
Share :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

mediaBojonegoro.com

Sebagai perwujudan rasa syukur kepada Alloh SWT setelah selesai dilakukan panen raya hasil bumi, utamanya padi. Warga desa Purwosari Kec. Purwosari selenggarakan sedekah bumi, hari ini Jum’at (29/9/2017).

Semua warga Desa Purwosari ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, diawali dengan bersih bersih tempat suci peribadatan ataupun tapak petilasan perjalanan sesepuh pendiri desa.

Di Desa Purwosari sendiri ada sebuah tempat yang dinamakan situs petilasan Mbah Gerit. Tradisi bersih desa di Purwosari, biasanya warga masyarakat menamainya tradisi manganan, dimana warga membawa makanan beserta lauknya dalam satu nampan atau biasa disebut ambeng, setelah itu baru dilakukan doa bersama dan makan bersama, hal inilah yang menjadi sebutan manganan.

Pada malam hari sebelumnya, tepat pada malam jum’at dilakukan tahlil untuk berdoa mengenang leluhur, serta syukur atas karunia keselamatan yang telah dilimpahkan, rejeki dan terhindar musibah atau biasa disebut pagebluk pada setiap kehidupan masyarakat Desa.

Kemudian keesokan harinya setelah selesai memanjatkan puji syukur beserta Perangkat Desa, Sesepuh dan masyarakat, seperti biasa digelar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk.

Kepala Desa Purwosari, H. Hariyanto, menyampaikan bahwa tradisi budaya ini sudah turun temurun sebagai perwujudan rasa syukur kepada Allah SWT, seluruh warga terlibat dalam acara bersih desa atau manganan ini.

Muji, Kepala Dusun atau Kamituwo Korgan, menambahkan tentang keunikan tradisi manganan ini dilakukan oleh seluruh warga Purwosari dan warga masyarakat selalu menyempatkan ikut hadir walaupun tempat mereka sudah tidak di purwosari. Mereka punya ikatan lahir dan batin dengan tanah kelahirannya.

Pada kesempatan yang sama, Wahyu Setiawan, warga asli Purwosari, menuturkan ada yang beda pada saat manganan bersih desa di Purwosari, yaitu adanya kuliner khas Desa Purwosari yaitu gelali, sejenis makanan jajanan gula permen yang bahan bakunya dari gula merah ditambah biji kacang. “Keunikannya, gelali ini hanya dijual pada saat manganan saja, dan warga masyarakat purwosari pada saat acara tersebut selalu mencari dan menikmatinya, karena adanya setahun sekali”, pungkasnya. (ws/red)


Share :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Category: Berita UmumTags: