Mahasiswa AKN Kunjungi Pabrik Gula Madukismo Yogyakarta

0 558
Share :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kunjungan Industri ke PG. Madukismo

mediaBojonegoro.com

Ratusan mahasiswa Politeknik Negeri Malang PDD Bojonegoro, Rintisan Akademi Komunitas Negeri (AKN) Bojonegoro, melaksanakan Kunjungan Industri di PT. Madubaru PG-PS Madukismo Yogyakarta kemarin Rabu (26/7/17). Kunjungan tersebut diikuti oleh mahasiswa semester dua dari prodi Manajemen Informatika, Komputer Akuntansi dan Teknik Otomotif.

Drs. Yudi Pramono, Ketua PDD Politeknik Negeri Malang, R-AKN Bojonegoro, dalam sambutannya menyampaikan terimakasih karena sudah diberi kesempatan untuk belajar di PG. Madukismo Yogyakarta. “Kami berharap semua mahasiswa bisa mengambil pelajaran dari semua bidang yang ada di industri ini, juga bisa memotivasi mahasiswa untuk lebih menyiapkan diri terjun ke dunia kerja”, tutur pria yang juga ketua Dewan TIK Bojonegoro ini.

Kepala bagian Humas PT. Madubaru PG-PS Madukismo Yogyakarta, Mahfudz, dalam paparannya menyampaikan bahwa di perusahaan ini memproduksi gula, alkohol dan spritus. Diawal sambutannya Mahfudz menceritakan tentang sejarah Pabrik Gula (PG) yang ada di Yogyakarta berjumlah 17 pabrik, kemudian dibumihanguskan oleh penjajah, hingga kemudian berdirilah PG Madukismo untuk memenuhi kebutuhan warga Yogyakarta dan sekitarnya.

Pada kesempatan yang sama, menurut Mahfudz, lahan kemitraan yang ditanami tebu seluas 6000 hektar, sedangkan jumlah karyawannya 4500 orang, terdiri dari karyawan tetap, karyawan borong dan karyawan kontrak waktu tertentu (KKWT). “Kapasitas produksi di PG. Madukismo menghasilkan gula sebesar 250 ton/hari dan alkohol sebesar 25.000 liter/hari”, jelasnya.

Diakhir sesi, Diah, staf humas PG. Madukismo, melalui tayangan video, menjelaskan tentang proses mulai dari penanaman tebu, pemanenan, proses produksi, hingga menjadi gula siap konsumsi. “Ada 5 proses penyaringan di proses produksi, sehingga juga ada 5 jenis limbah tebu, semua jenis limbah sudah bisa dimanfaatkan, mulai dari sumber energi, batako, pupuk organik, tetes tebu, spritus dan ethanol”, tutur Diah. (bdn)


Share :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Category: Berita UmumTags: