Memahami Microsleep, Saat Berkendara menyebabkan Sel Otak ‘Shut Down’

Share :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MediaBojonegoro.com

Ketika berkendara di jalan raya, rasa lelah bisa membuat sebagian sel otak 'tertidur' untuk sesaat. Sang pengemudi bahkan tidak sempat menyadarinya, tapi dalam sepersekian detik dapat menyebabkan kecelakaan fatal.

Dalam kondisi seperti ini, seorang pengemudi bisa saja tidak merasakan kantuk. Rasa kantuk kadang bisa dikalahkan oleh adrenalin, yang meningkat ketika sedang asyik berkendara. Terutama di jalur mudik, padatnya arus kendaraan menjadi tantangan tersendiri untuk saling mendahului, sehingga pengemudi berlomba untuk mendahului pengendara yang lain.

Yang pasti kemampuan otak tetap punya keterbatasan. Tidur yang kurang dan kelelahan bisa membuat sebagian sel-sel otak mulai berhenti bekerja, sebelum seseorang merasakan kantuk. Akibatnya dapat menurunkan konsentrasi, atau bahkan memicu tidur sesaat atau disebut sebagai microsleep.

Karena kejadian seperti ini hanya berlangsung sangat cepat, biasanya tidak lebih dari 10 detik, serangan microsleep biasanya tidak disadari oleh pengendara. Setelah fase tidur singkat ini berakhir, seringkali muncul sensasi 'sharp jerk of the head' atau hentakan kuat di kepala.

Walaupun hanya sebentar, microsleep bisa berakibat fatal terutama pada saat sedang berkendara. Dalam kecepatan tinggi, hilangnya kesadaran selama beberapa detik sudah dapat menyebabkan kendaraan meluncur tidak terkendali sejauh ratusan meter.

Microsleep bukan hal yang baru di kalangan pengemudi. Sebuah penelitian di Rumah Sakit Persahabatan mengungkap, gangguan tidur ini sering dialami oleh para sopir taksi yang mengalami obesitas. Kegemukan yang mereka alami menyebabkan gangguan obstructive sleep apnea (OSA) sehingga kualitas tidurnya berkurang dan menjadi lebih rentan terhadap serangan microsleep.

Caranya bagaimana menghindari microsleep? Diantaranya adalah memenuhi kebutuhan tidur yang cukup. Banyak penelitian menunjukkan, berkendara dalam kondisi kurang tidur sama bahayanya dengan berkendara dibawah pengaruh alcohol. karena rentan mengalami serangan microsleep.

Bagaimana dengan kopi dan suplemen kafein? Praktisi kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran, dr Andreas Prasadja, RPSGT menyebut kafein hanya berfungsi menunda kantuk dan tidak pernah benar-benar bisa menggantikan tidur. Pada titik tertentu, kafein tidak akan sanggup mencegah serangan microsleep. (dth)


Share :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Category: KesehatanTags: