POLEMIK RINTISAN AKN BOJONEGORO

0 274
Share :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MediaBojonegoro.com

Oleh : Yudi Pramono *)

Menanggapi pemberitaan tentang rintisan Akademi Komunitas Negeri (AKN) Bojonegoro di media masa, kami yg mulai awal ditugasi Bapak Bupati Bojonegoro sebagai Ketua Panitia pendirian PTN ( Akademi Komunitas Negeri) Bojonegoro ijinkan kami untuk memberikan penjelasan polemik seputar pendirian AKN di Bojonegoro.

Pendirian AKN itu sudah sesuai dengan UU No. 12 tahun 2012 yaitu tertuang dalam Pasal 59 butir 1 f dan butir 7 ( halaman 42 dan 43 ) yang telah disyahkan DPRI RI, seharusnya daerah atau kabupaten Bojonegoro bangga karena daerah atau kabupaten saat ini diberi kesempatan untuk pendirian Perguruan Tinggi Negeri setingkat D1 dan D2. Penunjukan Kabupaten Bojonegoro untuk pendirian AKN didasarkan pada Kepmendikbud No.161/P/2012 yaitu Menunjuk Politeknik Negeri Malang untuk membuka Prodi Diluar Domisili (PDD) di Kabupaten Bojonegoro dalam rangka rintisan Pendirian Akademi Komunitas Negeri di Bojonegoro sampai dengan AKN mandiri dan untuk sementara saya ditugasi sebagai Ketua PDD di Bojonegoro oleh Direktur Poltek Negeri Malang yang juga mendapat persetujuan dari Menristek Dikti.

Saat ini AKN belum mandiri tetapi masih dibawah pendampingan atau pembinaan dari Polinema Malang hingga persyaratan yang diminta Menristek Dikti terpenuhi semua, seperti yang diberitakan Rintisan Akademi komunitas ( Bukan Rintisan Polinema seperti yang diberitakan ), itu hanya sementara sampai dengan AKN nantinya mandiri. Pendirian AKN ini sudah diatur dengan jelas dalam Permendikbud No. 48 Tahun 2013, hal-hal yang terkait dengan syarat pendirian sudah diatur dengan jelas di Permendikbud tersebut.

Bojonegoro adalah Bact I ( Angkatan I ) yang disetujui oleh Dikti berjumlah 20 calon AKN di Indonesia dari 185 kota atau kabupaten yang mengajukan pendirian AKN. Polinema selain membina rintisan AKN Bojonegoro juga ditugasi untuk membina AKN kabupaten lain yaitu AKN Blitar, Jepara, Taliwang (sumbawa barat), disusul Bact 2 yaitu Trenggalek, Lumajang dan Pamekasan, sedangkan Lamongan dan Sumenep dibina oleh Politeknik Negeri Surabaya ( PENS ). Saat ini AKN Pacitan dan AKN Blitar yang sudah mandiri karena sudah memenuhi persyaratan. Target yang diharapkan pemerintah nantinya AKN ini berdiri untuk semua kota/kabupaten di Indonesia, sekarang baru sekitar 85 kota/kabupaten yang sedang dirintis dan didanai Dikti melalui Politeknik pembinanya dan baru sekitar 5 kota atau kabupaten yang sudah mandiri di Indonesia, semoga Bojonegoro yang ke enamnya.

Pendirian PTN berbeda dengan PTS, karena di PTN ada ketentuan-ketentuan khusus dalam pengelolaannya seperti pengelolaan anggaran APBN, pengelolaan asset, pengelolaan manajemen SDM, dan sebagainya. Untuk itu pendirian PTN harus ada pendampingan atau pembina dari PTN lain yang ditunjuk Dikti. Contoh Pens surabaya saat pendirian didampingi atau dibina ITS selama delapan tahun baru mandiri, juga Polinema didampingi Unbra Malang dan AKN Bojonegoro yang ditunjuk sesuai Kepmendikbud diatas


Share :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Category: PendidikanTags: